Membalas Suami Perhitungan
Kehidupan kami tak jua berubah, abangku ikut jejak almarhum ayah sebagai buruh tani, adikku lebih beruntung, dia dapat orang tua angkat yang membiayai buka lahan sawit.
Aku berkenalan dengan Erianto, seorang karyawan di pabrik kelapa sawit, dia pekerja keras. Kami menikah, satu tahun setelah menikah kami buka lahan baru, tabunganku dan tabungan suami kami belikan lahan kosong yang masih hutan. Di situlah kami buka kebun. Suamiku benar-benar pekerja keras. Dia kerja di pabrik sambil buka lahan. Jika dia sip malam, siangnya bukannya tidur, tapi kerja di kebun.
Hot Chapters