ISTRIKU KUYANG
Seolah mengerti akan kegelisahanku, wanita cantik itu mendekat ke lapak jualanku, melempar senyum ramah padaku.
"Siang, Bu. Saya Warsih, pedagang baru di sini," wanita itu mengulurkan tangannya padaku. Wanita bersanggul dengan syal merah yang melingkar di lehernya itu berbicara dengan lemah lembut.
"Sa--saya Diana, Bu," sahutku.
"Bu, boleh saya bertanya?" Aku memberanikan diri bertanya padanya.
"Ya, Bu. Tentu saja," ia mengangguk sambil mengulas senyum.