ISTRI RAHASIA
kembali kutarik tangan Yura melewati gadis-gadis yang terdiam memandangku dengan tatapan aneh.
“Tunggu Bel, aku kan belum selesai bicara sama Gavin,” Yura masih melihat kebelakang, menatap Gavin, pria yang ia idolakan. Lebih tepatnya yang kami berdua idolakan.
“Sudahlah, aku mau ngomong sama kamu. Lebih penting aku atau Gavin?” ancamku, akhirnya Yura mengalah dengan pasrah dia mengikutiku.
“Dasar gadis burik! Udah jelek sok lagi,” teriak pria berbaju putih tadi yang masih bisa dengan jelas kudengar.