PENDEKAR TAPAK DEWA
Demikian peristiwanya.
Sekarang kita kembali ke suasana dalam ruang penghadapan dalam Istana Sandaka, kediamannya Paduka Sandaka Dana, di mana sepuluh calon panglima sudah duduk di kursinya masing-masing yang disiapkan, berhadapan dengan Paduka Sandaka Dana yang duduk di kursi tinggi yang berukir yang mungkin bisa dikatakan sebagai tahtanya, berdampingan dengan kursi yang diduduki oleh putrinya, Putri Mantika, di sebelah kirinya dan putra mahkotanya di sebelah kanannya yang bernama Putra Taju Salasi. Di belakang kursi para calon berdiri dua penasihatnya masing-masing, seperti Bumi Osu dan La Turangga yang berdiri di belakang kursinya Pendekar Tapak Dewa.