Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Segrombolan babi hutan berlari melingkari tubuh Pandak yang tidak sadarkan diri, setelah itu menghilang entah kemana. Warga yang mendengar jeritan pilu, sudah bersiap untuk mencari. Dengan bersenjatakan seadanya dan bantuan anjiing-anjing penjaga milik mereka. Warga mulai memasuki kebun sawit yang luas itu.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 358 Times as sokola rimba
Read
+Library
Kemilau Senja

Kemilau Senja

ucapnya lembut sembari mencium keningku. "Iya sama-sama sayang, setelah mandi langsung turun ya buat makan malam," ujarku "Iya pasti, sayang, jadi nggak sabar nih pegen segera mencicipi soto betawi bautan kamu," ujarnya sembari mencium pipiku. Aku tersipu malu. "Iya sabar, Mas, ini mau diangetin dulu." "Ya sudah, aku mandi dulu ya, sayang. Manti soto betawinya langsung siapin aja di meja," ujar Mas Nando sembari melangkahkan kakinya naik ke tangga menuju kamarnya.
1010.9K viewsOngoingAdded to Library 436 Times as sokola rimba
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Matahari masih miring ke timur saat Raka dan rombongannya tiba di batas hutan yang lebat. Kabut tipis menggantung di antara batang-batang kayu tua, tapi udara pagi membawa aroma rumput liar dan tanah lembab yang segar. Di depannya, terbentang sabana Boko—hamparan luas berumput tinggi yang tamKi seperti permadani hijau keemasan, bergelombang oleh hembusan angin pagi.
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 323 Times as sokola rimba
Read
+Library
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Maka diputuskanlah satu hal: ia akan mencari varietas apel langka yang konon hanya tumbuh di dataran tinggi yang tersembunyi, apel yang bukan sekadar manis, tapi menyimpan energi kehidupan yang tinggi, mampu memperkuat apa pun yang tumbuh di ruang ajaib miliknya. Tanpa banyak bicara, Fikri mencium kening Chelsea dan Sisi lalu meninggalkan rumah dengan tas punggung dan peta usang yang diberikan mendiang kakeknya dulu. Tujuannya adalah sebuah desa terpencil di balik perbukitan Kabupaten Wonosobo, yang menurut cerita tua menyimpan pohon apel dengan kulit berkilau merah keemasan, disebut warga lokal sebagai Apel Arimbi. Konon, buah itu hanya bisa tumbuh di tanah yang pernah disiram darah pejuang
103.1K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as sokola rimba
Read
+Library
Teman Seranjang

Teman Seranjang

Entah bagaimana Luke sakit hati nantinya. "Morning, Tante." "Morning juga, Jordi." balas Ranti yang masih kaku dengan Jordi. "Ayo makan dulu." ajak Alice. Hidangan khas Indonesia sudah ada di atas meja. Nasi, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng dan sayur lalapan. Tak lupa juga dengan sambel dadak. "Wangi banget masakannya. Kangen deh masakan seperti ini," tukas Jordi.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as sokola rimba
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

lanjut Yang Feng sembari mengelus tongkat bambunya yang tersampir di pinggang. Sambil mengobrolkan tentang masa lalu, mereka terus berjalan menuju puncak sebuah gunung tinggi yang menurut Yang Feng aman dijadikan tempat bersunyi. Sekarang Long Wei merasa yakin karena baru tiba di kaki gunung saja perjalanan sudah amat sukar. “Suatu hari kami bertemu di dekat Desa Mingxia dengan tujuan yang sama yaitu memberantas rombongan Si Maut Kembar. Kami berhasil dengan bayaran tercurinya pusaka kami.”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as sokola rimba
Read
+Library
Lembah Kaisar Takdir

Lembah Kaisar Takdir

bisiknya pada dirinya sendiri, "meskipun jalan yang harus kita lalui sangat panjang dan penuh rintangan." Suatu hari, ketika langit kembali cerah dan matahari perlahan naik, Raka memimpin rombongan kecil untuk menuju sebuah lembah subur yang pernah dikenal sebagai taman kerajaan. Di sana, ia berharap bisa menemukan sumber kehidupan baru—sebuah mata air yang konon memiliki kekuatan untuk menyembuhkan luka bumi. Perjalanan menuju lembah itu penuh dengan tantangan; jalanan yang berlumpur, hutan belantara yang lebat, dan sisa-sisa makhluk kegelapan yang masih berkeliaran. Namun, dengan setiap langkah, semangat mereka semakin menguat, dan tekad mereka semakin bulat.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as sokola rimba
Read
+Library
SELUMBARI

SELUMBARI

Aku melihat ke arah pintu, lalu fokus kembali pada bacaanku. Dia Slamet, sesuai namanya dia seorang laki-laki yang tidak memiliki ciri khas orang Jawa. Orang Jawa dikenal banyak orang karena sopan santunnya. Nah, dia? Tidak sama sekali! Dia bahkan tidak sadar bahwa suaranya mengganggu Syla yang sedang berkonsentrasi penuh, keningnya berkerut, pertanda ia sedang menahan emosinya. Walau begitu, dia bisa bergaul dengan siapa pun dan punya banyak teman.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as sokola rimba
Read
+Library
Senandika

Senandika

Spot yang sangat disukai semua siswa sekolah mereka karena terletak di bawah pohon yang sangat rindang. Selang berapa menit, Shera datang sambil membawa dua kotak susu, dengan varian rasa yang berbeda. Ia memberi Jevan susu varian cokelat setelah duduk, lalu meminum varian full cream untuk dirinya sendiri. “Makasih ya, susunya kemarin. Tapi gue lebih suka yang full cream.” “Bukannya nggak enak?”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as sokola rimba
Read
+Library
Renjana

Renjana

teriakku, karena suasana dalam barak sudah diluar kendali, rame sekalii. “Rin, mau gabung gak?” tanya Ida. “Boleh,” jawab Irine dengan suara halusnya, sehalus sutra. Kami berkeliling, sambil cerita asal-usul kami, sesekali bercanda. Lokasi camp ini indah sekali, dikelilingi oleh perkebunan strawberry dan berbagai sayur, bunga mawar tumbuh liar disini, meskipun sepertinya jauh dari pemukiman penduduk.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as sokola rimba
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status