Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RADIO REKSA

RADIO REKSA

“Dimana Kamu… dari Jingga. Saat kuhirup kopi kesukaan kita, sudah tak kutemukan arti manismu disampingku. Hanya tersisa pahit, sepahit kopi yang menyapa lidahku yang bisu. Saat kunyanyikan kembali lagu kita, suaraku hanya bergema dalam angan yang hampa. Tersiar namun tak terkabar. Berpencar dan perlahan pudar. Ketika bayanganmu hadir, rasanya kuingin menepis semuanya. Namun semua lakuku itu semakin membuatku tak berdaya tuk dapat melupakanmu. Dan ketika mataku terpejam, sejenak kenangan lakon kita hadir dalam slide-silde di benakku yang menampilkan kebahagiaan kita. Dulu...” Saat puisi selesai dibacakan, backsound instrumen kini berganti kembali ke musik semula yang menghentak dan dinamis. “
3.8K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
Saat Dia Menang, Aku Hilang

Saat Dia Menang, Aku Hilang

Satu per satu, dia membaca ritual-ritual kekanak-kanakan yang pernah kutulis, yang pernah dia ejek. Hujan membuat kata-kata di buku harianku terlihat buram dan penglihatanku juga buram. Wujudku memudar ke dalam malam hujan. Sebelum pergi, aku menatapnya sekali lagi. Selama 10 tahun, aku jadi korban yang rela dalam permainan catur hidupnya. Tapi aku harap dari sisa-sisa permainan ini, dia bisa menemukan cara untuk lahir kembali.
6.2K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Menghukum udara untuk memeluk siapapun yang berada di atasnya. Sebatang pena melukiskan keaadaan yang menguak berjuta kenangan. Langkah yang terhenti lebih menarik perhatian. Dengan izin Tuhan, air mata penantian kian saling berjatuhan. Tertopang kembali tubuh yang condong ke tanah yang penuh duri. Setelah kepalan-kepalan asap hitam pergi menyelimuti mentari. Tetesan hujan yang membasahi bumi yang telah memporak-porandakan kegaduhan hingga membuat hati sepi. Bagai kota yang telah mati. Buku-buku dengan puisi yang sangat gila. Hancur seketika usai kehilangan goresan-goresan cinta yang terjatuh dari tetesan tinta hingga malam berpesta mengunjungi mimpi gadis jelita.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

] Lalu status kedua: [ Pertemuan kita telah menjadi penggalan rencana Nyaris tak berarti apa-apa lagi Kebersamaan kita telah sampai pada tapal batasnya Ternyata aku telah melewati jalan yang destinasinya sama Sama-sama memberiku duka! ] Zoelva sangat paham dengan kalimat itu. Sepaham ia pada garis tangannya sendiri. Ya, puisi itu berkisah tentang kehilangan harapan dan keputusasaan! Tetapi mengapa? Sebabnya apa? "Mbak, apa salah saya?" Ia mengirimkan pesan messenger. Setelah ia menunggu lama, Latifah tidak membalasnya. Hanya membacanya saja.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 295 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Di tangan kirinya, sebuah pulpen yang sempat mati suri selama beberapa minggu terakhir. Perlahan, ia mulai menulis bait baru. Kali ini, bukan tentang harapan, bukan tentang cinta, tapi tentang kehilangan. Tentang rindu yang tidak tahu lagi harus menuju ke mana. Tentang dua orang yang pernah saling menemukan, lalu perlahan saling kehilangan arah. "Kita pernah jadi dua nada yang utuh, Lalu berubah jadi bisu di antara jeda."
101.6K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
BUKAN MEMPELAI IMPIAN

BUKAN MEMPELAI IMPIAN

"Apa salahku, Ke? Apa aku terlalu lama diam? Apa aku terlalu takut untuk bilang kalau kamu satu-satunya yang ada di hatiku? Aku sudah berusaha menghubungimu. Maaf, aku tak tau kalau orang tuaku telah tak baik padamu." Dia berjalan pelan ke meja belajarnya. Tangannya mengambil sebuah buku catatan. Di lembar belakang, dia menulis puisi yang tak pernah dia kirimkan. Tentang rindu, tentang kehilangan, tentang penyesalan yang datang terlambat.
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 810 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
Cinta Diamnya Sang CEO

Cinta Diamnya Sang CEO

Itu adalah hari di mana aku kehilangan dirinya, hingga saat ini, untuk selamanya. Sekarang aku mendefinisikan arti kehilangan yang benar-benar hilang tiada tepi dengan sesungguhnya. Kehilangan yang menyisakan ruang luka mendalam dengan torehan banyak luka tak kasat mata. Dadaku bagai di remas kawat berduri berkarat yang begitu menghujam tepat pada bagian terdalam.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Untuk pertama kalinya, ia sadar—bukan Nayla yang hilang darinya, tapi ia sendiri yang kehilangan arah menuju hati gadis itu. Ia ingin berlari, memanggil, memeluk. Tapi tidak ada lagi hak untuk itu. Yang tersisa hanya udara sore dan rasa sesal yang membungkus dada. Malamnya, Nayla menulis lagi. Kali ini tanpa air mata. Tulisannya hanya satu kalimat: “Kadang, kehilangan bukan akhir. Tapi cara semesta ngajarin kita untuk mencintai tanpa menggenggam.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
Kini Aku Melupakanmu

Kini Aku Melupakanmu

Aku melemparkan jaket yang tadi dia kenakan ke lantai, menundukkan kepala, dan menatap lemari yang kosong dengan penuh kekecewaan dan kesedihan. "Tidak apa-apa. Aku dan gaun itu sama, setelah ingatanku bersih, semuanya akan baik-baik saja." Aku cuma dicampakkan. Setelah ingatanku benar-benar hilang, aku bisa benar-benar melepaskannya. Saat sedang memikirkan itu, tiba-tiba otakku sakit parah, dan sebagian besar ingatanku menghilang.
5.9K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as puisi kehilangan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status