Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Sandiwara Bos Besar

Terjebak Sandiwara Bos Besar

gumam Lita pelan. “Benar tentang apa?” Pandangan mata Lita beralih ke Alen. ‘Mereka mungkin lebih mengenal dirimu yang sebenarnya…’ “Tidak, bukan hal yang penting… oh iya, kita disini berapa hari?” tanya Lita mengalihkan topik pembicaraan. “Lusa kita ke Semarang.” “Lusa? Apa nenek mu tidak keberatan kita hanya disini sebentar? Bukankah sebaiknya kita disini lebih lama?”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Jika Aku Membuang Bapak

Jika Aku Membuang Bapak

Dulu aku sering kebingungan kenapa Bik Ntun membawa pisang muda atau pisang yang kematangan lalu membawa pulang stok gula atau garam Ibu. Bapak menepuk-nepuk kedua telingaku sambil mengatakan iya berulang kali. Sepertinya tidak mengerti apa yang kuucapkan. “Kita ke rumahnya, ya. Silaturahmi. Bapak bisa nginap sebentar.” Kata ‘sebentar’ itu terucap ragu dari bibirku. Arti sebentar itu berapa hari? Sanggupkah aku meninggalkan Bapak di rumah orang lain tanpa rasa penyesalan?
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
TERGODA AYAH SAHABATKU

TERGODA AYAH SAHABATKU

"Kau sudah jauh-jauh ke sini." Aku terus menggeleng cepat sambil mundur pelan. “Tidak usah, Bibi. Aku benar-benar cuma sebentar di sini.” “Sebentar juga tidak apa-apa.” Ibu Irish masih mencoba menarikku lembut. “Irish pasti senang sekali kalau tahu kau datang.” Senang? Kurasa sebaliknya. Aku memaksakan senyum tipis meski jantungku sudah berdebar tidak nyaman.
9.965.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin

Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin

Tangannya yang besar naik ke punggung istrinya. Sienna menenggelamkan wajahnya di dada Sebastian. “Aku menunggu kau sangat lama,” gumamnya lirih. “Aku pikir sesuatu terjadi padamu.” Sebastian menghela napas dalam, kemudian menyandarkan dagunya di kepala istrinya. “Aku baik-baik saja,” jawabnya pelan. “Memangnya apa yang bisa terjadi padaku?” Sienna pelan-pelan menarik diri, menatap pria itu dengan tatapan penuh tanya. “Apa yang terjadi? Kau buru-buru pergi tadi siang,” bisiknya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Mas Duda Nyebelin

Mas Duda Nyebelin

"Kamu pulangnya masih lama ya, Ra?" Kekehan Heera terdengar begitu Sean bertanya dengan nada manjanya. "Ya ampun, mas! belum juga dua puluh empat jam aku tinggal." jawab Heera di sebrang sana. Sementara Sean yang sedang fokus menyetir kini memajukan bibirnya, kecewa. "Waktu kalau tidak ada kamu terasa lama banget jalannya." jawab Sean bete.
9.8325.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.0K kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

secepat kilat Kesya memutar badannya menghadap ke arah Sean. "Ya begitulah." Sean membalas singkat. "Terimakasih sayang. Kau memang lelaki terbaik sedunia." dengan berani Kesya mengecup singkat pipi Sean. Mendapat balasan manis, Sean tak kuasa menyembunyikan senyum malu. Namun, segera dia merubah wajahnya seperti semula sebelum Kesya menjadi besar kepala. "Satu lagi, tidak boleh lebih dari satu jam. Kau mengerti?" Sean meremas kuat pinggang Kesya ketika melihat binar wajah Kesya meredup.
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
APLIKASI JODOH

APLIKASI JODOH

“Elo pikir ini maen bola? Waktu elo tinggal semenit lagi nih. Siap atau nggak siap, gue bakal pergi.” “Aku tuh, ... aku ... Gini lho. Aku kan ... anu ...” “Dua puluh lima detik lagi.” “Dua puluh lima det...? Astaga.” “Dua puluh detik.” “Kamu nggak kasih kesempatan sama aku?”
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Si Pembuat Masalah Kini Membasmi Iblis

Si Pembuat Masalah Kini Membasmi Iblis

Dia menatap Issei sebentar dengan sebuah kedipan jahil. "Issei, bisakah menendangku hingga ke ujung atas sana?" Sebuah tanda tanya besar muncul di kapala Issei. "Jika kau bilang begitu sih.... memang bisa, tapi untuk apa?" tanya Issei. "Maa maa lakukan saja yang kau bisa... SEKARANG!" seru Nabil sambil melompat ke arah Issei yang tengah siap dengan tendangannya.
445 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Bos, I'm Pregnant!

Bos, I'm Pregnant!

“Sean pamit sebentar, Ma, Sayang.” Fara langsung mengernyit, “Mas, mau ke mana?” Sean berjalan mendekat lalu mengecup kening istrinya lama, tatapannya berubah lembut lagi. “Tugas sebentar.” “Nggak boleh lama,” ucap Fara lirih, entah mengapa perasaannya tiba-tiba tidak enak. Ada rasa kurang enak tiba-tiba menyelusup ke dalam hatinya, Sean tersenyum tipis. “Iya.”
9.718.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai iya sebentar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status