Pengantin Dadakan
Dah, nggak usah sok romantis kasih jaket segala.
“Iya, udah biasa di ruang ber AC, kok.”
“Ada jaket gratis kok di sini, mau?”
“Mana?”
“Tuuuuu,” tunjuknya di sebuah tempat.
Di sana ada dua orang laki-laki yang mencukur bulu domba. Wow, benar ini tempat yang asyik banget. Aku pun segera ke sana sambil berlari.
“Qis, tunggu, Qis, diseruduk domba, loh, kamu nantik,” kata Bang Ale dan aku nggak peduli sama sekali.
Hot Chapters