Cinta Sagita
"Whaaat? Tanaman hias?"
"Iya. Jual kembang, jual bunga, jual pot, dan segala macam pernak-perniknya. Aku udah ada modal dikit. Relasi juga ada. Tinggal modal nekad sama rajin aja."
Yoga mengangguk. Dari suara Jidan jelas dia tampak sangat yakin dengan usahanya itu. Usaha itu masuk akal, perkarangan rumah Jidan sangat luas, lokasinya juga strategis. Belum lagi setahu Yoga, tangan Jidan itu dingin. Dingin bukan berarti tangannya seperti es batu, namun dingin di sini maksudnya tangan Jidan cocok dalam urusan tanam-menanam. Ibarat kata, menanam apapun, pasti bisa tumbuh jika Jidan yang menanamya.
Hot Chapters