Pernikahan Penuh Luka
“Aku cuma mau pastiin. Kamu sehat?”
“Aku baik,” jawabku singkat. “Kalau nggak ada urusan lain."
“Kamu tau kan,” potongnya cepat, “aku sudah janji nggak ganggu kamu.”
Aku mengangguk. “Iya. Dan aku menghargai itu.”
“Tapi kamu bikin itu susah,” katanya, nada suaranya turun, berbahaya.
Aku mengerutkan kening. “Aku?”