Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Berdosa si Bos Paranoid

Istri Berdosa si Bos Paranoid

Irene menggigit bibirnya dan berkata, "Daripada bergantung pada orang lain, sebaiknya aku bergantung pada diriku sendiri. Dengan begitu, aku nggak akan kecewa pada siapa pun." Kalau tidak, makin besar ekspektasinya, kekecewaannya juga akan makin besar. "Tapi aku ingin sekali menjadi penyokong Kakak. Bagaimana, dong?" kata Michael sambil menatap Irene dengan tatapan santai.
1049.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Young Wife For My Father

Young Wife For My Father

“Kamu itu sudah besar, saatnya berdiri dengan kakimu sendiri. Kamu sudah terlalu nyaman bergantung pada teman-temanmu itu, hingga membuat dirimu tampak tidak berguna saat mereka tidak ada.” ‘Mereka’ yang dimaksud Sarah, Karina mengerti. “Terima kasih untuk yang tadi, tapi kamu tidak perlu melakukan hal itu seharusnya.” “Seharusnya memang tidak. Dengarkan aku, Semua teman-temanmu itu tidak selamanya akan membantumu menyelesaikan semua permasalahan dan sifat manjamu itu. Sudah cukup berdiri di belakang mereka. Berdirilah sendiri, kasihan orang tuamu di rumah jika melihat putri mereka tidak berguna seperti ini.”
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Mas Nevan

Mendadak Dinikahi Mas Nevan

“Kuncinya kamu jangan terlalu fokus sama orang lain, kamu fokus sama diri kamu sendiri. Maka, misi kamu jadi orang yang bodo amatan akan berhasil.” Ivy nampak takjub. Jika dipikir-pikir, betul juga. Kenapa ia harus takut dicap buruk sama orang lain. Semua makhluk dimuka bumi ini memiliki kesadaran jika manusia tiada yang sempurna. Jadi seharusnya, terlihat buruk bukan berarti Ivy seperti itu. Tapi Ivy memiliki batasan soal sebuah pemenuhan sebuah ekspektasi bagi setiap orang.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Cinta Sagita

Cinta Sagita

Sagita menggeleng "Saudara kandung? Entah Abang? Entah kakak? Atau bahkan adik?" Sagita menggeleng lagi. "Saya tidak punya siapa-siapa yang bisa saya andalkan, selain diri saya sendiri Ustadz." "Istighfar Nak! Dalam situasi apapun, seorang hamba tidak pernah sendiri. Camkan itu! Ia selalu punya Allah yang bisa diandalkan. Dalam situasi sepelik apapun. Kau tahu Nak? Kenapa setan-setan dan jin-jin jahat ingin menganggumu? Sebab begitulah. Kau merasa jika dirimu sendirian menghadapi duka yang kau alami. Padahal seharusnya kamu yakin jika kamu tidak sendiri. Padahal seharusnya kamu yakin jika Allah akan menjagamu. Tuhanmu adalah sebaik-baiknya penjaga, Nak. Namun bagaimana kau bisa aman dengan p
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Sang Jenderal

Istri Kedua Sang Jenderal

“Kau tidak bisa terus memikirkan orang lain. Kau bukan pahlawan. Pikirkan dirimu sendiri dan kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan. Orang lain tidak akan peduli dengan kerja kerasmu, tapi jika kau tersandung, mereka akan tertawa.” Tatapan Kaiden turun ke bibir Anna dan ibu jarinya bergerak ke atas, menekan ringan bibir bawahnya. Kaiden menunduk dengan seringai tipis. “Kau mendapatkan apa yang kau usahakan. Gunakan mulutmu ini untuk membela dirimu sendiri, bukan orang lain,” bisiknya. Anna berkedip-kedip. Kaiden sudah melangkah mundur dan membersihkan tenggorokannya.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Ia tahu bahwa ia tidak mungkin bergantung dengan orang lain terus menerus. “Jika aku ingin mengambil kendali atas hidupku,” Guman Elian pada dirinya sendiri, “Aku tidak bisa terus-terusan bersantai, aku harus memulainya.”
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Wholehearted Love

Wholehearted Love

Inilah yang menakutkannya. "Denger Tri, setiap orang itu punya masalah sendiri-sendiri. Nggak ada orang yang hidupnya lebih mudah dari orang lain. Begitu juga dengan lo. Jangan hanya karena lo merasa udah nggak punya jalan keluar, lo jadi mengambil jalan pintas yang lo anggap paling aman dan paling benar. Inget ya, poinnya di sini yang lo anggap. Itu artinya belum tentu benar. Sadarilah, jangan pernah mengambil keputusan besar di saat perasaan lo sedang labil. Karena biasanya lo akan menyesalinya di saat lo udah sadar nantinya. Kalo lo butuh bahu untuk sekedar bersandar, lo masih punya gue. Gue akan dengan senang hati selalu bersedia jadi penopang lo di kala lo lemah dan memerlukan kekuatan.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Dear Secretary

Dear Secretary

“Kalau ... masih bingung dan nggak punya keyakinan, mending kamu fokus sama diri sendiri aja dulu. Puas-puasin hidup single, sebelum jadi double.” “Iya juga, ya.” Sinar setuju dengan pendapat Flora. “Ngapain mikirin orang lain dan nyiksa diri sendiri. Sakit sendiri, nggak ada yang peduli.” “Itu maksudku,” timpal Flora sambil menjentik jari. “Mending bahagiain diri sendiri dulu, kan!” Sinar mengangguk. Ucapan Flora cukup masuk akal. Mungkin, memang sudah waktunya berhenti berharap pada sesuatu yang tidak pasti.
1067.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Pengkhianatan Hati: Terjebak Jeratan Cinta Terlarang

Pengkhianatan Hati: Terjebak Jeratan Cinta Terlarang

terang Austin. “Kamu hanya butuh percaya pada orang lain sehingga bebanmu bisa berkurang. Kita tidak bisa hidup sendiri, di saat kita berada di titik terendah, kita butuh orang lain untuk berbagi meski orang lain itu tidak selalu bisa memberikan jalan keluar atas masalah yang kita hadapi,” ujar Gabriella.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Di Penghujung Waktu

Di Penghujung Waktu

Dia bertahan karena rasa kasihan dari orang lain. Itu perkataan yang memang salah. Seharusnya ia bersyukur dengan apa yang ia miliki selama ini. Bukannya ia tak bersyukur atau mengeluh. Tapi ia hanya tak ingin lagi membebani orang lain. Bukankah sudah banyak orang yang ia repot kan?. Ia tak mampu untuk membalas semua kebaikan itu, ia tak memiliki apapun. Ia malu. Malu jika harus terus bergantung pada orang lain.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai jangan mengandalkan orang lain
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status