Bias Cinta
“Tapi Ma, aku yakin sama Mas Altaf. Dia itu baik, nggak seperti keluarganya yang lain.”
Naifa menatap putrinya lama, hatinya mulai bergetar melihat tatapan Ranu yang memohon dengan sungguh-sungguh. Meskipun begitu, keputusannya tidak akan berubah.
“Kamu yakin sekarang, karena kamu masih dibutakan rasa cinta,” ucap Naifa pelan, tetapi tegas. “Tapi nanti, kalau masalah datang, kalau kenyataan nggak seindah yang kamu bayangkan, kamu juga yang paling terluka. Jadi, cukup, ya.”