Antara Cintamu dan Cinta Ayahmu
Merasa atmosfer malam ini terlalu mendebarkan, ia beranjak dari ranjang, melangkah pelahan dengan kaki yang masih sedikit pincang menuju pintu, lalu memutar anak kuncinya hingga terdengar bunyi klik.
Aleena menyandarkan punggungnya di daun pintu sambil mengembuskan napas panjang. "Huh, kenapa Tuan Kevin selalu membuat jantungku deg-degan begini, ya?" bisiknya pada kegelapan. Ia meraba dadanya yang masih berdegup kencang. "Bisa gak aman kalau begini terus," batinnya cemas sekaligus bingung dengan debaran asing tersebut. Setelah berhasil menenangkan diri, Aleena kembali ke ranjang dan memaksakan diri untuk terlelap.
---