KEMBALINYA SANG RATU
Oceaniaratu wetansuara raja hutanmahkota ratu aslitempat duduk dari bambu
Mereka berjanji untuk terus menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai luhur yang telah ditinggalkan oleh leluhur mereka.
La Ode Harimao membuka sebuah naskah kuno yang dibawanya, sebuah teks bhanti-bhanti yang membahas cinta, kesucian, dan kehormatan. Ia melantunkan salah satu bagian dari teks tersebut:
"Cinta adalah cermin yang memantulkan jiwa kepada jiwa. Namun, hanya jiwa yang bersih yang dapat melihat pantulan itu tanpa retak. Mereka yang mencintai, rela untuk menghancurkan dirinya untuk cinta, maka cinta itu adalah energi yang bersenandung, dan menjadi ukuran dari setiap manusia,"