Setelah Istriku Memilih Pergi
Dari rekan kerja Sarah hingga kolega Raka, semua tampak antusias menyambut kelahiran bayi mungil tersebut.
Di antara para tamu yang datang, Jeno muncul bersama beberapa rekan kerja dari kantor. Senyumnya tampak ramah seperti biasa, membawa sebuah bingkisan besar berisi perlengkapan bayi. “Selamat, ya, Sarah. Raka. Anak kalian pasti jadi kebanggaan keluarga,” ucapnya dengan nada tulus, meski sorot matanya menyiratkan sesuatu yang sulit dijelaskan.
Sarah tersenyum lemah. “Makasih, Pak Jeno. Maaf kalau aku nggak bisa terlalu banyak ngobrol,” ujarnya, masih terlihat lelah.