Sentuhan Panas Berujung Menikah
"Bangsawan? Oh, tidak. Ayahku adalah seorang pebisnis yang sukses di London, dan ibuku adalah wanita keturunan Asia. Aku lahir dan besar di sini, tapi ibuku ingin nama depanku terdengar seperti nama Asia, jadi dia memilih 'Tian'. Sedangkan nama tengah dan belakangku adalah nama keluarga dari ayahku. Jadi... aku bisa dibilang separuh Asia, separuh Eropa."
Mata Nita membelalak. "Wah, aku tidak tahu itu," bisiknya, takjub. "Jadi... kamu fasih berbahasa Indonesia?"
"Tentu saja. Ibuku selalu berbicara denganku dalam bahasa Indonesia," jawab Tian, matanya mengerling jahil. "Jadi, kamu bisa panggil aku 'Mas' kalau mau. Aku akan sangat senang."
Wajah Nita kembali memerah. Ia tidak menyangka jika pri