Sekretarisku Jilbaber
Aku segera mengambil baju ganti dan handuk di dalam koperku, stelan baju tidur berwarna coklat dan jilbab instan berwarna hitam.
Aku mencari-cari pintu kamar mandi, melongok kesana kemari. “Kamar mandi ada di sebelah sana,” ucapnya Pak Damar sembari menunjuk ke arah pintu kamar mandi.
Setelah selesai mandi, aku mengenakan jilbab instanku, Pak Damar menatapku dalam.
“Kok pakai jilbab?” tanyanya.
“Kita kan sudah sah menjadi suami istri,” ucapnya lagi.