Pemuas Hasrat Sang Presdir
seru Dania, wajahnya bersinar antusias.
"Kalau begitu, kau persiapkan semuanya. Jangan lupa, sampaikan pesanku pada tuan Luca De Santis, wanita yang aku persiapkan untuknya adalah wanita yang akan mengganti peran ku besok." ujar Joanna, duduk anggun di kursi berlengan berbalut beludru gelap. Punggungnya tegak, nyaris kaku seperti aturan yang tak bisa diganggu. Kaki kanannya disilangkan dengan tenang, sementara satu tangan bertumpu di pangkuan dan yang lain bergerak perlahan menyentuh gelas anggur yang tak pernah diminum. Tatapannya lurus ke depan—dingin, penuh perhitungan.
Hot Chapters