Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Redefine

Redefine

Aku salah menatap matamu dalam, Aku salah menemukan sorot hangat itu, Aku salah menyukai iris matamu yang indah. Aku salah jatuh terlalu dalam ketika menatapmu. Kalau boleh aku akui, Aku menyukai kedua matamu itu , Yang selalu memancarkan ketenangan, kehangatan, dan kebahagiaan. Sekali lagi, aku suka mata mu Seperti aku menyukai kamu. Ralat, aku mencintai kamu. Palangka Raya, November 2018. "Dasar aneh," katanya sambil melipat dua bagian kertas bermotif hati merah, lalu menjejalnya di saku.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as redeemed
Read
+Library
Reunited Worlds

Reunited Worlds

ujar teman Haru, "Oh, oke. Makasih ye." ujar Haru. "Kayla, gue duluan ya. Udah di bayar juga kok." "Sip, makasih yak!" ucap Aletta tersenyum ramah. Setelah kepergian Haru, gadis itu fokus memandang ke arah Algara yang tengah meneguk minuman mizone. Ingin rasanya duduk berdua sama tunangan, terus suap-suapan eh, enggak gitu juga kali.
104.1K viewsOn holdAdded to Library 109 Times as redeemed
Read
+Library
TRUST

TRUST

Celine membalas, “Ih, galak banget sih nanti cepet tua lho!” Belum sempat membalas ucapan Celine, gadis yang datang tak diundang pulang tak diantar itu menyela, “Kak, lihat deh aku bawa apa,” ucapnya sembari memberikan undangan yang tampak sekali bertema rose gold. Helena pun tersenyum lebar ketika menerima undangan itu. ”Ya ampun! Jadi pacarmu yang bodoh itu sudah melamarmu?! Selamat ya nenek lampir!” balas Helena sembari langsung menggenggam tangan sahabat karibnya itu. Senyumannya semakin lebar ketika melihat jemari lentik Celine dengan seksama. “Astaga! Beneran dong!” ternyata Helena menyadari cincin berlian yang dikenakan Celine. Tampak sekali jika cincin itu tak murah.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as redeemed
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710oursthus6bole
Sedetik kemudian, Ben muncul lengkap dengan sebuah undangan bersampul emas di tangannya. "Tuan muda, maaf mengganggu kenyamanan anda." Ben menunduk hormat, berucap sedikit ragu melihat tatapan elang Sean. "Katakan." Sean berujar bernada perintah tegas dan tak terbantah. "Tuan Charles memberikan sebuah undangan untuk anda Tuan Muda." Ben setengah membungkuk menyodorkan undangan kepada Sean. "Bacakan saja, aku tidak punya waktu." wajah Sean mendatar, tak berniat sedikit pun jika berhubungan dengan nama Charles ayahnya.
9.911.2K viewsCompletedAdded to Library 446 Times as redeemed
Read
+Library
REUNI

REUNI

Seperti sedang mengunyah marsmellow, aku pun terus membalas tak kalah lembut. TAMAT author note's : Akhirnya aku bisa menamatkan cerita ini di sini. Terima kasih yang udah ikut hijrah ke sini. yang belum kasih ulasan bintang lima, aku tunggu yaaa. Jangan lupa vote banyak-banyak hehe. Karena itu sangat berarti buatku. See you next time di ceritaku selanjutnya. ________ DESCLAIMER : Oh, ya. Yang mau baca Extra Part bisa dibaca di Karyakar*a, dengan akun Ice Coffe, judul sama REUNI. Bisa dibaca via web nggak perlu d******d aplikasinya.
1015.8K viewsCompletedAdded to Library 599 Times as redeemed
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
Pembalasan Sang Pewaris

Pembalasan Sang Pewaris

Dan sebelum Redo sempat menyadari apa yang terjadi, ia merasakan sensasi dingin dan nyeri pada dada kirinya. "Tuan ...." Redo menyentuh gagang pisau berukir yang menancap sempurna. Netranya menatap nyalang. "Sayangnya, aku tak lagi membutuhkanmu." Senyum Tuan Ronald terukir sempurna usai tubuh malang Redo tumbang bergelimang darah. Kesadarannya nyaris menghilang tatkala mengingat Daniel dan Edward yang menunggunya di area ruang penyimpanan. Akankah rencana mereka akan gagal? ***
8.415.8K viewsCompletedAdded to Library 315 Times as redeemed
Read
+Library
ESCAPE

ESCAPE

ujar Pak Akbar menyemangati Kevin membuat pemuda itu tersenyum setelahnya. Kevin merasa bersyukur bertemu dengan Pak Akbar yang kelihatan baik dan mau membantunya, dengan uang yang dibayarkan Rp100 ribu setiap harinya membuat Kevin merasa sedikit lega, ia yakin jika uang itu cukup untuk menutupi biaya makan setiap harinya.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as redeemed
Read
+Library
Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Namun, di dalam kedalaman matanya, ada sedikit kegelisahan yang tidak bisa ia sembunyikan. Ming Tian menyeringai tipis. "Kita lihat saja." Ye Xuanqing kemudian merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah jimat berwarna emas kemerahan. Itu adalah Jimat Pembuka Hati, artefak kuno yang mampu mendeteksi kebenaran dan kebohongan dalam setiap jawaban yang diberikan seseorang. Ia menempelkan jimat itu di dahi siluman Qui Ze, yang langsung berkedip dan mengerang pelan ketika energi jimat mulai bekerja.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as redeemed
Read
+Library
Pembalasan Sang Pewaris

Pembalasan Sang Pewaris

“Kau punya kuponnya?” “Tidak.” Regan pun mengambil secarik kertas dan memberikan cap kupon di sana. “Kau mendapatkan dua kupon karena telah berbuat baik,” ucap Regan kemudian memberikannya pada Elektra yang masih saja sibuk dengan ponselnya. Teman Regan telah selesai membuatkan minuman sesuai pesanan Elektra, entah apa yang ditulis Regan kemudian menempelkan stiker di gelas Elektra.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as redeemed
Read
+Library
Undangan

Undangan

UNDANGAN karya kau-tidak-perlu-tahu. Rahyan meneliti novel itu seksama. Sampulnya berwarna merah hati atau merah tua dengan ornament berwarna emas, sebenarnya hampir mirip dengan desain kartu undangan. Baginya ini cukup unik dan aneh. Tidak biasanya pengarang novel tidak menyertakan nama, paling tidak nama samaran untuk membuat sang pengarang menjadi ikonik. Tidak mungkin mereka tidak mau dikenal jika ternyata novelnya laris dan dinobatkan best seller. Lagipula seperti mencontek tokoh Voldemort di seri Harry Potter dengan nama samaran yang-tak-boleh-disebut. Penasaran dan semakin penasaran, apakah ini benar-benar undangan hanya saja berbentuk buku atau isi ceritanya mengenai pasangan yang me
103.7K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as redeemed
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status