SABDA CINTA
Cinta menatap laki-laki itu dengan sorot mata tajam.
"Kangen balapan maksudnya, kalau nggak ada kamu nggak asyik banget. Jadi, kapan kamu akan balapan lagi?"
Cinta mengedikkan bahunya acuh. "Lagi nggak tertarik, biar bayarannya mahal, tetap saja aku tidak minat. Lagi fokus menata hidup," jawab Cinta sekenanya.
Dika tersenyum tipis. "Nggak nyangka aja, di balik sifat sombongmu itu, ternyata kamu mempunyai hati nurani, ya."