DENDAM BERKALANG NODA
Laura menunjukkan sebuah batangan kecil berwarna biru putih, senyumnya begitu lebar menunjukkan testpack di tangannya, bahkan hampir menyentuh hidung Bian.
Bian terbelalak, menatap dua garis berwarna merah muda yang tertera di sana, mengambang didepan matanya itu.
“Astagah, kamu serius, laura?” Bian benar-benar meloncat dari tempat tidur, lalu hanya dalam balutan celana kolor dia berdiri dengan gemetar di atas lantai.
“Iya, Om Bian sayang, Laura duarius malah.” Laura cekikikan senang.
Hot Chapters