SUJUD TERAKHIR EMAK
“Jadi… Bapak tidak mempermasalahkan kalau nanti pernikahan hanya sederhana?”
Pak Narto menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis. “Man, hidup itu bukan diukur dari megahnya pesta. Pesta sehari selesai, tapi rumah tangga yang kamu jalani seumur hidup. Saya lebih takut kalau kamu terlalu memaksakan diri, ujung-ujungnya justru menyulitkan kalian berdua. Yang penting ada akad, ada wali, ada saksi, dan niat baik. Itu sudah cukup.”