Kania (Gairah Seorang Pembantu)
Andai tidak ada sisa tenaga, mungkin kini dirinya sudah terjatuh dan terbentur lantai saking tidak percayanya dengan apa yang dia dapatkan.
Lama bungkam, untuk menenangkan diri, Kania dapat panggilan dari sang adik. Lemas, dan lesu, begitulah keadaan Kania kini. Dengan ogah-ogahan dia mengangkat telepon lantas menaruh ponsel tepat di daun telinga.
"Kak, Ibuk! Ibuk, Kak!" pekik Aila dari balik sana.