Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Cita

Cinta Cita

“Ya udah. Semangat olahraganya, Kak! Biar langsing!” Duta tertawa sambil merentangkan kedua tangannya. “Segini masih kurang langsing?” “Nggak, nggak.” Jelas saja, Cita ikut tertawa melihat tingkah Duta. Pria itu sepertinya tidak terlalu memusingkan, tentang pembicaraan terakhir mereka. “Udah cucok, kok! Mungkin, kak Kasih aja yang harus pake kacamata.” “Iya ju ... sebentar.” Duta mengeluarkan ponsel yang berdering, dari running bag yang menggantung di pinggang, lalu segera menerima panggilan tersebut. “Halo, Yah? Kenapa?”
9.941.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai cut pat kay kera sakti
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Callah
kk othoorr..... baru keinget niyh duta sm dewi august lee aja kali yaa.... si dewinya dewa blm kedengeran ceritanya niyh hehhe... btw cerita kasih sendiri ada ga ya? smpe bab 17 mshbga diliatin siapa suami kasih... nebaknya awan siyh kandidat paling berpeluang hehhe bener ga kak?
herka ratri
nggak kerasa, bentar lagi ending, setelah bendarah darah akhirnya cita bisa bahagia di tengah tengah orang orang yang menyayanginya.. ditunggu cerita selanjutnya mbak beb kanietha.. siapa ya kira kira?berharapnya sih cerita nando, karena di selalu lewat di cerita lain dengan kejombloannya.. : D
Baca Semua Ulasan
Kaya Setelah Dibuang

Kaya Setelah Dibuang

ucap Pakde Supri membuat Arin, Narsih dan anak-anaknya takjub. "Wuih, Papi keren. Koyok detektif Kogoro Mouri, apik banget pokoke, jan! Langka tandinge," ucap Faizal bangga. "Ya, dong. Papinya siapa dulu, SekPai." "Opo iku, Pakde?" tanya Arin. "Sekar Paisal, keren kan singkatannya jadi SekPai." "Eleh, gayane Papi. Ngluwihi ABG jaman now," kelakar Sekar.
1077.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Pasalnya, nominal itu belum pernah ia lihat sebelumnya. "Waaah nyonya, pelanggan baru kita ini sepertinya orang yang benar benar tajir nyonya. Buktinya ia sudah membayar full semua orderannya. padahal belum kita kerjakan sama sekali." Ucap Atika, yang ikut senang melihat majikannya bisa tertawa kembali. Amira memang paling pandai, kalau masalah menutupi masalah. Bahkan Atika, tidak tahu kalau saat ini, Amira tengah menahan airmatanya, yang ingin tumpah sejak di Rumah sakit tadi.
1054.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

Andai saja Cita bisa memiliki salah satunya, mungkin hidupnya sekarang tidak akan sampai seperti ini. ~~~~ “Pagi.” Cita membalas sapaan tegas, dari seorang wanita yang meneleponnya pagi itu. “Maaf, dengan siapa saya bicara?” “Saya Permaisuri Sagara, kuasa hukum yang ditunjuk pak Lex untuk menangani perceraian, Ibu,” ucapan Mai dilontarkan dengan tegas, dan sangat formal. “Benar saya bicara dengan Ibu Cita Lukito?”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Sesaat aktivitas kejar-kejaran anak buah Felysia dan Cathrine itu terhenti. Senjata laras panjang milik laki-laki bertubuh besar dengan cambang dimukanya itu tepat mengenai dua sasaran. Dan sebelum mereka sadar apa yang sudah terjadi, seorang wanita terlihat melintas dam berlari dengan sosok cowok yang sedang di dudukkan di kursi roda. "Kapten!" teriak Kai menubruk tubuh lemas sang kapten yang sudah bersimbah darah.
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 942 kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
Cinta Buta yang Tak Akan Kuulangi

Cinta Buta yang Tak Akan Kuulangi

"Kamu sudah nggak sadar selama tiga hari. Gegar otak dari ledakan ditambah kehilangan banyak darah. Dokter bilang kamu harus banyak istirahat." Aku mencoba bergerak, tetapi semua lukaku seolah melarangku untuk bergerak. Perawat itu menekan bahuku. "Jangan bergerak. Bekas cambukan di punggungmu terbuka lagi." Pintu terbuka dan Elena masuk. Dia mengenakan gaun tidur sutra, wajahnya tampak cemas, tetapi matanya berkilat penuh kemenangan.
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

Kata Enes. "Aku tidak mengetahui hal tersebut. Bukankah, kamu mempunyai teman ketika itu? Tempat hal yang bisa kamu saling berbagi dengannya." Jawab Zera sambil melancarkan serangan kepada Hydra itu. "Teknik Pedang, Tebasan Teratai Bintang Lembayung." Melesatlah tebasan kuat yang diiringi api putih menebas kepala ular berkepala delapan itu.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
PETAKA SEKOTAK KURMA

PETAKA SEKOTAK KURMA

Mas Jaka mengecup keningku dan memberikan senyum terbaik yang selalu menenangkan hatiku setiap kali memandang ketulusan dan keikhlasannya. * Hari Minggu kejutan itu datang, sepeda listrik berwarna tosca dengan sebuah pita di depannya mengejutkan putriku dan langsung membuatnya berbahagia. Elina melompat gembira dan langsung memelukku, serta mengucapkan terima kasih berkali-kali. "Makasih Om." "Sama sama Nak, mulai sekarang kau bisa pergi kemanapun kau mau, tanpa harus menunggu Bunda atau Om Untuk mengantarmu. Selagi jaraknya dekat dan aman kau bisa pergi sendiri."
1027.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 733 kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
KEKASIHKU SUPERSTAR

KEKASIHKU SUPERSTAR

Tapi Sean bukanlah orang yang lemah, apalagi dia sudah terbiasa fight di beberapa film action dan mengikuti workshop bela diri dengan para pelatih profesional. Jadi dia tidak kesulitan hanya dengan Jeremy mencengkeram kuat lengannya, dia berbalik dan meninju Jeremy dengan tangan kirinya dengan sekuat tenaga yang dimiliki hingga Jeremy jatuh tersungkur di lantai dan darah merembes di sudut bibirnya. Sean menggunakan kesempatan itu untuk berlari ke lantai tiga saat teriakan Luna semakin jelas terdengar. “Sean, tolong aku!”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
Tiga Cawan Sakti

Tiga Cawan Sakti

Mungkin saja Merliah, atau Cassie Brooke yang terkenal dengan tubuh jangkungnya. Lapangan dipenuhi oleh para pemburu yang sedang berlatih. Alden, Emma, Kingsleigh, dan Marlon telah menungguku. Kingsleigh menembakkan peluru ke udara pertanda latihan dimulai. Sejak para penyihir itu kembali, aku telah menghadapi begitu banyak musuh berbahaya. Tapi itu justru membuat kemampuanku semakin bagus. Kami berlatih menembak dan memanah.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai cut pat kay kera sakti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status