Sebenarnya konsep ini bergantung banget pada genre dan lores-nya sih. Di urban fantasy atau cerita horror yang modern, sering banget ada aturan-nya sendiri-sendiri. Misal, alam gaib punya hukumnya sendiri yang mirip kontrak: kalo mau keluar, harus nemuin celah hukumnya, atau nyelesein sesuatu yang bikin si tokoh 'terikat' disana. Contohnya di 'The Ocean at the End of the Lane' karya Neil Gaiman, si tokoh utamanya dibantu oleh sosok-sosok tua yang ngerti jalan keluar dari dunia-sebelah itu. Nggak cuma lari-lari aja, tapi lebih ke memahami logika dari alam gaib itu sendiri.
Aku pernah baca satu novel indie romance dengan elemen dark fantasy, tokoh utamanya nembus ke alam fey karena janji bodoh sama raja peri. Cara baliknya tuh nggak melulu soal kekuatan magis, tapi lebih ke kecerdikan dan pengorbanan. Dia harus bikin raja peri itu lupa janjinya, atau nawarin sesuatu yang bikin si peri rugi kalo dia tetep ditahan. Kadang-kadang, alam gaib nempel ke kita karena kita ngasih energi emosional tertentu—rasa takut, sedih, penasaran. Jadi jalan keluarnya ya benerin pola pikir kita sendiri, atau nemuin sosok yang mau jadi penunjuk jalan—tapi ya itu, biasanya ada harganya, bisa jadi ingatan atau sebagian jiwa kita.