Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu
“Kita masuk, oke?“ pinta Kak Nah.
Aku hanya pasrah duduk di belakang motornya saat ini. Kak Nah pasti butuh penjelasan kenapa pria yang dekat dengannya bisa makan malam bersama Ninik.
Motor Kak Nah masuk ke halaman rumah dengan mudah, karena Ninik pulang tanpa menutup pagar. Lalu, Kak Nah mematikan motornya agak jauh dari garasi.
“Nik?“ panggilku.
Perempuan itu sudah naik ke teras. Mendengarku, dia menoleh.
“Apa? Aku capek!“
“Kenapa kamu bisa sama pacarnya Kak Nah?“ tanyaku lebih dulu mewakili Kak Nah.
Bukannya menjawab, perempuan itu malah memutar mata.
“Cowok mana sih yang enggak mau sama aku? Lagian, dia sendiri yang nawarin buat nganterin aku. Ya sudah, aku manfaatin saja sekalian!“ bala
Capítulos Populares