Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SELINGKUH DENGAN TETANGGA

SELINGKUH DENGAN TETANGGA

Tanpa komando, keduanya berlari ke arah dimana perempuan bercadar itu berada. "Maheera, apa yang terjadi padamu?" Haris merengkuh bahu Maheera, dan sedikit menekan tengkuknya. Maheera hanya menjawab dengan gelengan kepala, sedangkan mulutnya tidak berhenti terus memuntahkan cairan berwarna merah yang kental dan berbuku-buku. Meksipun terhalang oleh kain niqab, Tapi tak membuat darah itu tersembunyi sebab tembus dan berceceran di lantai setelah mengenai rol yang dikenakannya.
19.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 759 kali sebagai kaki memerah
Baca
+Pustaka
Satu Bintang (Bahasa Malaysia)

Satu Bintang (Bahasa Malaysia)

mereka tidak sedar bahawa burung-burung itu adalah pemangsa yang sedang mencari mangsa mereka. "Apa kita nak buat ni?" tanya Maria yang terkejut melihat kaki Ana mengalirkan cecair warna merah. Sah itu adalah darah yang mengalir daripada kaki Ana. Ana terjatuh di atas batu tajam yang mencucuk ke kakinya menyebabkan kakinya terluka dan mengalirkan darah merah.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kaki memerah
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Lady Neenash
Baca
+Pustaka
Benang Merah

Benang Merah

tanya Malvim cemas. "Hm, masih sakit sih Kak, tapi ayo kita pulang saja" jawab Aileen lemas. Ketika Aileen berdiri dari bangku halte itu, betapa terkejutnya Malvin melihat bagian belakang celana Aileen. Celana ia dipenuhi noda darah, sialnya kala itu Aileen memakai celana jeans pendek berwarna putih gading, sehingga terpampang nyata darah merah itu tembus mengenai celananya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kaki memerah
Baca
+Pustaka
Ambil Saja Suamiku, Biar Kucari yang Baru!

Ambil Saja Suamiku, Biar Kucari yang Baru!

Ia menatap Karin yang kini terduduk di lantai, rambutnya berantakan dan wajahnya memerah karena amarah yang belum surut. Namun, perhatian Narumi segera tertuju pada sesuatu yang lain. Matanya membelalak saat melihat cairan merah yang perlahan mengalir dari arah kaki Karin, merembes dan membentuk genangan kecil di lantai. “Karin...” bisik Narumi, suaranya bergetar. “Darah?”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai kaki memerah
Baca
+Pustaka
Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi

Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi

“Biar Tante lihat dulu, sebentar ya.” Kaisar berdiri di dekat mereka dengan wajah tegang, matanya bergerak panik. “Jangan digerakin dulu, Tante! Jangan ditarik kakinya!” Napas Anna memburu saat melihat bagian perban di kaki Kayla. Ada warna merah yang merembes. “Yuna, darah!” Yuna membelalak kaget. “Aduh, jangan-jangan jahitan dalamnya lepas. Bagaimana ini?”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai kaki memerah
Baca
+Pustaka
Simpanan Ayah Mertua

Simpanan Ayah Mertua

Dengan sangat kasar Kardi mendorong Naya ke lantai hingga wajahnya nyaris menyentuh kaki seorang wanita. Wajah Naya perlahan terangkat. Ingin melihat siapa gerangan pemilik kuku jari kaki yang dipenuhi kutek berwarna merah menyala tersebut. Naya tersenyum tipis. Melihat Aira yang berdiri dengan handuk yang melilit tubuhnya.
1038.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kaki memerah
Baca
+Pustaka
Klarifikasi Terakhir Istri Bucin Sebelum Meninggalkan Dunia

Klarifikasi Terakhir Istri Bucin Sebelum Meninggalkan Dunia

Darah menyembur di lantai semen berdebu. Warna merah itu sangat menusuk mata. Jasper berhenti menyeka sepatu Rachel. Sementara itu, Rachel yang terkejut mundur selangkah dan menutup mulutnya. "Kak Kiara, kamu ...." Kiara menyeka darah dari bibirnya dengan punggung tangannya, lalu memaksakan senyum lemah. "Aku sudah menakuti Nona Rachel, ya? Maaf, aku lagi nggak enak badan akhir-akhir ini."
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kaki memerah
Baca
+Pustaka
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kerikil-kerikil tajam menembus pakaian tipisnya. Cailin meringis kesakitan. Rasa panas mengalir dari lututnya yang terkoyak. Ia melihat ke bawah, bajunya yang bersih tiba-tiba terkena rembesan berwarna merah segar. Ia tidak hanya merasakan sakit di lututnya, tapi juga rasa malu yang membakar di depan beberapa pasang mata yang mengamati.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai kaki memerah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status