Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Benarkan? Pada saat menikmati sarapannya, Byanca dikejutkan dengan kehadiran Ken. Anak itu berdandan santai tapi telihat tampan, menggunakan kaus dengan celana panjang kemudian dilapisi sebuah jaket kulit tebal. Byanca mengernyit, “Kamu mau kemana, Sayang?” “Loh, Mami tidak tahu? Kita kan mau ke Jeju Islands. Iya kan Oma?”
1047.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
With Kalanaya

With Kalanaya

Kalana Boutique Aku menamainya dengan namaku. Apalagi, kan? Aku terlalu fokus dengan usahaku mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk mengusahakan butikku agar nyata, sehingga aku tak terpikir untuk mencari ide untuk menamai butikku sendiri. Tetapi, menurut karyawanku, 'Kalana' adalah nama yang indah.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
SELUMBARI

SELUMBARI

Pepohonan yang awalnya banyak, hanya tersisa beberapa dan bisa dihitung. Gelap masih memenuhi hutan, tetap tidak ada setitik pun cahaya yang memasuki hutan walau pepohonan sudah relatif sedikit. Ctar! Kilat menyambar sekali lagi. Orang yang tinggi itu berdiri sambil menatap ke bawah, sepertinya ada orang lain di sana–mungkin orang yang satunya lagi. Tangan kanan orang yang bertubuh tinggi mengayunkan sesuatu yang menyilaukan. Benda yang di tangannya mengayun dan menancap di suatu tempat. Ada cairan yang terciprat dari sana, cairannya agak kental. Gelap kembali menyelimuti.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
Jodoh Di Tangan Papa

Jodoh Di Tangan Papa

Kalila bertanya mewakili Kama. “Lo udah tau, Kak?” kompak Kai dan Arkana bertanya. “Tau lah, apa yang enggak gue tau dari dia?!” Kalila berujar pongah, membuat kedua adiknya yang berada di ujung panggilan merotasi bola mata. “Gue enggak bisa bayangin Om Akbi akan ngehajar lo habis-habisan, Bang ... lo tau kan kalau dia tempramental,” Kai mengompori.
1058.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Kali ini tanpa menghentikan kendaraannya, Asih menerima panggilan itu dengan menyalakan mode pengeras suara. "Karma selalu punya cara untuk kembali," bisik suara di seberang sana. Asih menghela napas saat sambungan kembali terputus tanpa sempat dia menjawab.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
KALIMAYA (Mencari Cinta Sejati)

KALIMAYA (Mencari Cinta Sejati)

Apa yang salah? “Oh…” hanya itu sahutan Mila. Mila adalah gadis yang mempunyai kepekaan tinggi, dia bahkan bisa merasakan sesuatu yang aneh, walaupun hanya sedikit, dan nalurinya bisa langsung menduga apa yang sedang terjadi. Mungkin kepekaan ini yang membuatnya bisa melihat hantu di apartemen Heru!
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

Walau senang itu tak sempurna di hati Chika. Usainya mereka bermain ke puncak pegunungan pinus yang membentang kehijauan di Kaliangkrik. Di sana mereka saksikan sederet pegunungan biru yang memanjang ke arah selatan dari puncak. Ilalang, embusan angin, dan kecerahan mentari menjadi saksi kepenatan jiwa mereka. Dalam perjalanan itu Chika selalu membayangkan jika yang ada di sampingnya waktu itu adalah Dewa, bukan Edvin. Untuk itu dia begitu menikmati kebersamaannya dengan Edvin.
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
SALQUEEN

SALQUEEN

Hatinya selembut salju Parasnya secantik bidadari Dan sifatnya sebaik malaikat Ia adalah malaikat tak bersayap yang selalu terlihat bahagia ~~~ Dengan cepat Ken berlari memasuki rumah sakit dan langsung menghampiri Stella, Tasya, dan Acha yang sedang duduk di bangku tunggu. Mereka tidak henti hentinya memanjatkan doa untuk keselamatan sahabatnya.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
Kadrun

Kadrun

“Ayolah, apa yang mau kau sembunyikan. Aku jauh-jauh ke sini hanya ingin melihat desain-desainmu selain mengunjungi sanggar batik di Sekoja.” Kadrun tersenyum kikuk, dia membuka tas ransel dan menyodorkan tabnya. Desain air mata, bunga lili dan durian pecah itu dia tunjukkan. Zulaikah langsung membuka mulutnya, “Cantik. Kenapa kau selalu bisa membuat desain seperti ini, Kadrun!” “Seperti apa?” “Elegan. Kharismatik… Tapi kenapa aku menemukan rasa sedih yang sangat pekat di desainmu ini. Apa nama desain ini?”
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kalila
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status