UNDANGAN GAIB
Wajah nenek tua dan peristiwa yang ku alami semalam benar-benar membekas dan menghantuiku setiap mataku tertutup, walaupun aku ditengah keramaian dan dikala hari masih terang benderang seperti sekarang ini.
Orang-orang itu masih berada dirumah itu menungguku hingga tenang, seorang wanita yang sejak tadi membantuku tampak dengan sabar mengelus punggung ku.
"Kalau kamu sudah tenang, kamu bisa menceritakan kepada kami apa yang terjadi, nak."
Aku mengangguk.
"Saya-saya tersesat bu, saya dari Gresik, mau pulang ke Surabaya, tapi jalan utamanya sedang ada perbaikan. Ditutup total."
Hot Chapters