Lelaki Yang Kau Pamerkan Itu Suamiku
“Desi, Bu Rt. Apa yang kalian lakukan ini sangat menjatuhkan harga diri, harga diri kalian sendiri. Jangan karena selama ini aku diam karena terima apa yang kalian lakukan, aku bukan orang yang suka adu mulut soalnya, aku cuman nggak mau ada omongan aku yang melukai hati orang. Tapi kalau udah keterlaluan aku juga nggak bisa diam. Soalnya bukan cuman satu dua kali, tapi berkali-kali. Aku juga bisa bedain bercanda sama serius.”
Kedua orang itu diam karena melihat Launa yang tiba-tiba bicara dengan begitu serius bahkan tidak ada senyum sedikitpun di wajahnya. Karena mereka pikir selama ini Launa santai saja padahal aslinya tidak seperti itu, bukan karena menerima perlakuan kedua orang itu.