Neraka untuk Maduku
"Tenang, aku dokter segala penyakit. Termasuk sakit hati, segala lukamu di masa lalu, aku berjanji akan menyembuhkannya."
Senyum terkembang di bibir itu. Tak pernah bisa benar - benar bisa serius bicara dengannya.
"Terus aja, ini ibarat kata, sudah diangkat tinggi terus dihempas ke bumi," ujarku.
"Kok bisa?"
"Ya, bisalah. Tadi sudah bicara serius eh absurd lagi." Aku menjawab.
Kelvin tertawa.
"Serius tak selalu mengerutkan kening, Sayang. Aku serius dengan ucapanku tadi." Kelvin menjelaskan.
Hot Chapters