Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Makasih, Mas. Lewat sini.”
Ia berbalik dan berlari kecil menuju kamar di sebelahnya. Joko mengikutinya dari belakang. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat bagaimana celana pendek wanita itu bergerak saat ia berlari, dan bagaimana kaos basahnya menempel di punggungnya.
“Sialan,” batin Joko. “Ujian apa lagi ini?”
Mereka masuk ke kamar nomor 12. Kamar itu identik dengan kamar Joko, namun jauh lebih rapi dan wangi. Namun saat ini, kondisinya kacau balau.