KAMAR KEDUA
Hanya mengenakan celana dalam renda tipis di balik selimut, tubuhnya berbaring miring, menunggu.
Tidak lama, Satria masuk.
Pria itu masih memegang ponselnya.
Sheza mengamati sebentar, lalu bertanya pelan, suaranya sudah setengah mengantuk.
“Kirim pesan sama siapa?”
Satria menoleh sekilas.
“Arga.”
Ia menutup ponselnya, lalu meletakkannya di nakas.
“Besok aku mau ke rumah tetangga Pak Rudi,” lanjutnya. “Mereka sempat lihat mobil waktu penyusup itu keluar. Aku butuh rekaman CCTV.”