Bayang Pedang Cahaya Bulan
Jubah biru tuanya berkibar ditiup angin dengan cara yang hampir melawan, seakan kain itu enggan berkibar, seakan kain itu tahu bahwa orang yang berdiri di dalamnya sedang menuju sesuatu yang tidak bisa dimenangkan.
Ia tidak mengenakan zirah, tidak membawa tameng. Hanya pedangnya, pedang yang sama yang telah menemaninya selama dua puluh tahun memimpin sekte ini, pedang yang sudah melihat pertempuran, tetapi belum pernah melihat pertempuran seperti yang akan datang.