Istriku Teman Anakku
Aldi pun melihat sekitarnya, ruangan kerja Jalak terlihat di jaga sangat ketat oleh anak buahnya, ada 2 orang yang selalu jaga tak jauh dari tempat ini.
Jelang siang, Aldi pamit ke Bianti, Margaret dan Irma, dengan alasan mau jalan-jalan di desa yang sangat ramai ini.
“Balik lagi kan ke sini ganteng, ntar di cari Abang Jalak lohh,” tegur Irma.
Aldi hanya mengangguk, lalu tersenyum dan menjalankan mobil jeepnya, keluar dari pagar rumah ini.
Pemuda ini pun kagum juga, kampung ini beda jauh dengan kampung Kholil, benar-benar lebih maju, sudah tak cocok lagi di sebut kampung, tapi kota.