Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Kuli Bangunan, Menjadi Pengusaha Kaya

Dari Kuli Bangunan, Menjadi Pengusaha Kaya

jawab Bowo yang tiba-tiba teringat Ibu nya di kampung. "Kasihan ya!"sahut Mili sedih. "Saya orang gak punya Mbak,rumah saya di kampung cuma rumah reot dari bambu,tapi walau begitu saya tetap bersyukur,ini makanya saya kerja di Kota biyar bisa bantu Ibu saya Mbak!"ucap Bowo melas. "Kamu hebat Mas Bowo,jarang lho ada pemuda yang mau bekerja keras seperti Mas ini,"
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Ah, entahlah. Ribet ternyata hidup di kampung. Meski kekeluargaannya cukup erat tak seperti di kota yang cenderung individualis, tapi di sini salah sedikit saja jadi bahan gosip yang tak ada habisnya. "Rum ... Ningrum!" Entah siapa yang memanggil, gegas setengah berlari keluar rumah. Belum sampai teras kulihat Budhe Narni sudah nyelonong ke dalam. Dia duduk di kursi rotan milik ibu dengan wajah memelas.
10100.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

Boro-boro ada yang diajak nikah, pacar aja nggak punya. Ngomong-ngomong Yolanda juga member JJKBC (Jomblo-jomblo Kurang Bahagia Club) seperti dirinya, sih. Terus ini dua jomblo akut pergi ke pesta nikahan orang saling gandengan tangan gitu, sementara yang lain datang berpasang-pasangan pamer pacar, pamer bini, pamer laki, dan semacamnya. "Dasar jomblo nyusahin aja kamu, Yol. Aku kan pingin rebahan seharian. Udah tahu minggu ini kerjaanku sangat menguras energi gara-gara Ezekiel kampret itu."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
Wanita Kampungan itu Ternyata Calon Istri Bos

Wanita Kampungan itu Ternyata Calon Istri Bos

kata Kemala. "Non Bia itu masih anak-anak, Bu. Dia belum mengerti dengan apa yang terjadi antara Ibu dan papanya. Mungkin Non Bia saat ini merasa sedih karena tidak bisa merasakan keharmonisan keluarga seperti teman-temannya yang lain," kata Mbok Narti.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 901 kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
Gadis Bodoh [Bego]

Gadis Bodoh [Bego]

Tidak ada seorang pun yang mengenalnya tidak memanggilnya dengan sebutan bego, menurut mereka justru mereka yang bego kalau tidak memanggil Altha si bego yang gak ketolongan. Altha cantik, manis dan kaya. Tapi sayang karena kebegoannya menutupi semua citra baiknya. Bahkan ada yang merasa cukup ngenes melihat Altha terlahir cantik dan kaya namun berotak dengkul. Bagonya gak jauh beda seperti bagong. Saking begonya, Mamanya sendiri malu ngakuin memiliki anak sepertinya. Terkadang Mamanya berpikir, apa mungkin Tuhan salah ngirim anak karena yang lahir bukan anak manusia normal. Tapi sebego-begonya anaknya itu, tetap saja wajah dan gen mereka gak jauh beda, persis seperti ibu dan anak.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
The Wall In My Heart

The Wall In My Heart

Jaring itu dapat dipindahkan, karena ia berada pada tiang-tiang kayu berbentuk meja yang dapat di angkat pada tempat yang mendapat langsung cahaya matahari. Di kampung itu, rumah-rumah warga dibangun memanjang atau melebar. Saat kita baru tiba di sana, mata akan terbiasa melihat ruang tamu yang luas tanpa kursi, ataupun meja. Hanya ada hamparan tikar memanjang atau melebar. Suku di kampung itu mayoritas Bugis M****r. Pekerjaan mereka, sebagai nelayan atau pengrajin rotan. Tidak banyak anak yang sekolah di sana, mereka sibuk membantu orangtua mereka melaut, atau masuk hutan mencari kayu bakar untuk dijual atau digunakan sendiri.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
Sudah Kaya Tergoda Mantan

Sudah Kaya Tergoda Mantan

Sudah waktunya Salimah untuk beristirahat. Sang ibu yang sudah terbiasa bekerja tidak menyambut baik permintaan Baskara. Wanita paruh baya itu merasa bosan di kontrakan sepanjang hari tanpa melakukan apa-apa. Akhirnya setelah diskusi panjang yang alot ibu dan anak itu mencapai kata sepakat. Salimah kembali ke kampung asal mereka. Selain untuk menjaga sang nenek yang sudah mulai pikun, Salimah juga berniat melakukan sesuatu untuk membangun desanya. Sekarang setelah hampir tiga tahun di kampung, wanita itu membuka kursus keterampilan untuk para remaja di kampung. Tentu saja pembiayaannya berasal dari kantung Baskara.
1015.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai bocah kampung
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Serenity
Haaaai~ Selamat datang di novel keduaku. Semoga kalian suka dan bisa jadi pengganti keseruan "Ternyata Kaya Tujuh Turunan" yaaa~ Selamat berkenalan dengan Baskara dan Aruna. jika berkenan boleh bintangnya biar nyala rating di atas. Jangan lupa disawer gems, yaaaa
H n H
pernah baca. tapi dulu masih bersambunh terus. akhirnya jeda lama. sekarang mulai baca ulang aja deh, biar ga lupa alur ceritanya. cerita di GN yg paling di suka. cerita ini dan yg 1 nya ... 19/1/24 , mulai baca ya..
Baca Semua Ulasan
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Kudengar suara Kang Bimo. "Hah, Mbak Caca pernah pacaran?" kali ini suara Syarifah. "Sembarangan. Aku gak pernah pacaran yah." Kali ini Caca yang bersuara. "Hahaha. Denger ya Dek Ipeh. Temenku ini terkenal tomboy, dia itu dari kecil pecicilan kayak cowok senengnya patahin ranting pohon." "Kalau sekarang hobi patahin hati kang-kang pondok hahaha,"sahut Kang Bimo.
9.9124.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

*** Kita ikuti cerita sebelum Bayu memasuki desa sampai akhirnya dituduh sebagai pembunuh dan pemerkosa. Di desa itu, ada seorang pemuda yang selalu dikucilkan warga. Namanya Bongkeng, ia tinggal hanya bersama ibunya di rumah yang juga agak terpencil dari rumah-rumah warga lain. Bongkeng dikucilkan karena sosoknya yang buruk rupa. Badan kurus, wajah jelek bahkan cenderung menyeramkan. Sehingga membuat orang takut melihatnya. Karena penampilannya itu ia sering menjadi bahan olok-olok pemuda lain di desa itu.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
Arya Tumanggala 2

Arya Tumanggala 2

Di barat daya berbatasan dengan Gunung Kampud, lalu di tenggara berbatasan dengan Gunung Kawi, sedangkan di sepanjang sisi timur dan utara terbentang barisan pegunungan. Karena hawa dingin dan serbuan kabut itulah, tak seorang pun yang dijumpai pasangan anak muda tadi. Sepanjang jalan yang mereka lalui benar-benar sangat sepi. Semua rumah juga sudah tertutup rapat. "Sepi sekali perkampungan ini," ujar si pemuda, seraya memandang berkeliling. "Kau tidak salah tujuan kan, Kara?" Perempuan yang dipanggil Kara, tak lain adalah Citrakara, tertawa kecil. "Aku tidak mungkin salah, Kakang. Ini kampung halamanku, bagaimana bisa salah?"
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai bocah kampung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status