MELAHIRKAN LEWAT MULUT
"Bulek ... sama paklek sebenarnya sudah tidak sabar masalah ini selesai, seperti bagaimana kami ingin anak kami bebas dari jeratan jin pesugihan itu yang katanya lebih kuat dari sosok yang kemarin. Tapi ... Bulek sama Paklek juga punya tanggung jawab di kampung, nduk. Sawah sudah hampir masuk waktu panen, dan kebun palawija juga tidak ada yang mengurus."
"Jadi, bulek sama paklek mau pulang ke kampung?"
Bu Mala mengangguk samar, entah mengapa hatinya terasa berat meninggalkan Alfi.
"Kalau nanti Gus Amar sudah membaik, bulek Sama Paklek siap kok di panggil ke mari kapan pun, nduk. Kasihan kebun di kampung tidak ada yang urus, takutnya nanti semua tanaman mati dan tidak bisa di jual. Cuma kebun
Hot Chapters