Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AKAN KUTUNGGU

AKAN KUTUNGGU

AKAN KUTUNGGU - 15 Menang Nindiya tersenyum samar. "Kamu ngatain Khai begitu, lalu sebutan apa yang tepat untuk dirimu, Mas?" Indra terkesiap tapi ia sembunyikan rasa kagetnya atas ucapan Nindiya. Ia tidak tahu harus menjawab apa atas perkataan itu. Sebab ia pun sadar, dirinya memang sebrengsek itu.
1021.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 650 Beses bilang kani
Read
+Library
Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan

Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan

Sementara Kenzo dan Freya sibuk bermain bersama kuda mereka, Kanaya dan Bastian mengajak Cora dan Reno melihat-lihat beberapa kuda-kuda lainnya di istal itu. Bastian memiliki kuda bernama Thunder, seekor kuda purebreed black arabian. Tinggi, cantik dan elegan dengan bulu-bulu halus hitam yang mengkilat serta ekor yang tinggi, panjang dan indah. Dia bergerak lincah dengan kaki-kakinya yang kuat. Meski terlihat mengintimidasi dengan warnanya yang pekat, namun saat Thunder bertemu Bastian, ia terlihat sangat jinak.
1036.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 809 Beses bilang kani
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 51 Beses bilang kani
Read
+Library
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

Ia berdiri di sebuah tebing yang tak terlalu tinggi. “Apa tidak apa-apa kalau sungai ini hancur, Ki?” tanya Arya ragu. “Lagi pula apa Cundhamani tak padam oleh air?” “Tidak apa, aliran sungai ini tak banyak berpengaruh untuk kehidupan di hilirnya. Justru bila kau hancurkan mungkin dapat membuat aliran di bawahnya menjadi lebih deras. Mengenai padam atau tidaknya panah apimu karena air, kita lihat saja sebentar lagi,” terang Ki Bayanaka. Hembusan angin menerpa rambut mereka berdua yang berbeda warna.
1098.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.9K Beses bilang kani
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Mata dan mulutnya sengaja ditutup. “Apa dia teman kamu, Jali?” Kiai tersenyum. “Iya.” Rojali melirik ke arah belakang melalui ekor mata. “Namanya ... Kang Aep.”
9.775.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.7K Beses bilang kani
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

Si kakek tua itu langsung melirik ke arah suara decitan pintu yang dibuka oleh cucunya, Ocin. "Ocin, kamu dah pulang, Nak. Tumben sekali agak terlambat," ucap kakek Ocin yang bernama Darto itu. Ocin seketika menyalami tangan kakek Darto. Matanya yang sudah agak kurang jelas dalam melihat, kulitnya yang sudah keriput, dan juga pendengarannya yang sudah mulai memburuk adalah pertanda kakek Darto sudah termakan usia. Salah satu alasan utama yang mungkin masih Ocin pertahankan hingga sekarang meski dirinya selalu dibully oleh si trio kopet dan tidak memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri yakni adalah keberadaan kakek Darto, satu-satunya manusia yang benar-benar menerima Ocin apa adanya. Wajar
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang kani
Read
+Library
Karma

Karma

Ucap Vano. “ Kenapa kamu jadi kesal sama Aku sih Mas, Atau jangan jangan kamu sudah tidak mencintai aku lagi” ucap Nadia Sambil cemberut. Vano menghela napas berat ‘ Haduh kenapa hari ini tidak ada yang berjalan mulus sih’
1014.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 304 Beses bilang kani
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

Fanna berucap, jari telunjuknya menunjuk satu cowok yang tengah dimarahi oleh pak Edi. Zanna mengganguk, dia melirik Fanna heran, kenapa dengan cowok itu? "Itu namanya Kafka Kafindra." ungkap Fanna. Zanna seperti tidak asing dengan nama itu, seperti pernah mendengarnya namun dimana. Lalu wajahnya pun Zanna sangat tidak asing dengan laki laki bernama Kafka itu. "Dia kenapa? Dia siapa?" tanya Zanna heran. Fanna terkekeh. Dia mencoba menjelaskan siapa Kafka itu.
2.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 81 Beses bilang kani
Read
+Library
Tangisku

Tangisku

"Cin,Kamu kenapa kok nangis?" "Aku nggak papa barusan kelilipan pedes banget hehehe." "Loh kelilipan apa kok Sampai kayak gitu air matanya" "Nggak tau tiba-tiba pedes banget tapi sekarang udah enggak kok," sambil tersenyum "Beneran cin nggak papa?" "Iyaaa nggak papa udah lanjutin aja ngerjain soalnya nanti waktunya habis loh."
2.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 65 Beses bilang kani
Read
+Library
CERAI

CERAI

Ucap Zaira sambil memegang dada nya ia kaget melihat sosok pria yang duduk di atas ranjang dan memperhatikannya. Pria itu hanya menatap kegugupan gadis yang saat ini berdiri di hadapan nya. " Siapa menyuruh mu masuk ke kamar ku? A -anu tuan saya pembantu baru disini saya yang akan menggantikan bi sari. jawab Zaira dengan takut. Kau? kau anak bi sari?? tanya pria tersebut memastikan " iya tuan, saya anak bi sari."
107.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 202 Beses bilang kani
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status