Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

"Doa, sih doa, Ranum. Tapi, jika hati tak nyaman? Perasaan teraniaya dengan tinggal bersama orang yang tidak kita sukai? Apa kamu akan bahagia?" Bahagia. Seperti apa bentuk bahagia itu? Aku bahkan pernah sangat bahagia, tapi ternyata semuanya hanya fatamorgana. Anganku terlalu tinggi untuk merasakan kebahagiaan yang hakiki. "Bahagia Ranum, ketika melihat Ibu, Bapak dan Shanum bahagia. Jangan pikirin perasaan Ranum, Bu. Nanti pun akan terbiasa jika sudah saling menganggap ada."
10496.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.4K kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

“Dan kalau mereka tanya di mana rumah paling bahagia di dunia, aku bakal jawab: di dapur ini, waktu kamu tersenyum seperti itu.” Langit berubah jingga, lampu dapur mulai menyala. Di meja makan, semua orang berkumpul, tertawa, mencicipi hidangan yang mungkin rasanya biasa — tapi terasa luar biasa. “Kadang, kebahagiaan tidak datang dari hal baru… tapi dari orang lama yang kini duduk di satu meja, berbagi cerita, dan membuat kita merasa lengkap.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Milik Sang CEO

Milik Sang CEO

Setidaknya, melihat senyumnya membuatku sedikit lupa tentang semua hal yang membebani pikiranku. "Elea," Bara memanggil. "Hm?" "Apa kamu merasa hidup kamu udah cukup bahagia sekarang?" tanyanya tiba-tiba, nadanya terdengar serius. Aku terdiam, mencerna pertanyaannya. "Entahlah, Kak. Aku masih mencoba bahagia. Setiap hari selalu ada hal baru yang harus dihadapi." Bara mengangguk pelan, seperti memikirkan sesuatu. "Kadang, kebahagiaan itu perlu dicari, bukan cuma ditunggu."
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Guru Killer

Menjadi Istri Dadakan Guru Killer

"Menurut Mama, apa yang membuat seseorang bahagia?" Mama tampak sedikit terkejut dengan pertanyaan itu, tapi kemudian tersenyum hangat. "Pertanyaan besar untuk malam hari," candanya ringan. "Tapi kalau Mama harus menjawab... kebahagiaan datang dari pilihan-pilihan yang selaras dengan nilai dan impian kita. Yang membuatmu merasa utuh, bukan terpecah." Viera mengangguk pelan, mencerna jawaban itu. "Tapi bagaimana kalau pilihan yang membuat kita bahagia... tidak cocok dengan apa yang diharapkan orang lain?"
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Ia ikut berbaring di samping Kayla. "Kamu mau tanya apa, Yang?" tanyanya lembut. "Apa hidup kita dulu bahagia?" ucap Kayla straight to the point. "Iya, kita sangat bahagia. Kenapa kamu tanya gitu? Apa sekarang kamu nggak ngerasa bahagia?" "Aku nggak tahu, Dit. Aku nggak ngerasain apapun sama kamu, maaf ya."
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Pijatan Nikmat Sang CEO

Pijatan Nikmat Sang CEO

tapi bahagia? "Aku puas dengan hidupku," jawabnya jujur. "Aku bangga dengan apa yang telah kucapai. Tapi bahagia? Aku tidak tahu apakah itu kata yang tepat. Mungkin lebih seperti... damai. Aku telah menemukan kedamaian." Reyhan mengangguk pelan, seolah memahami lebih dari yang Arissa katakan. "Aku mengerti. Dan itu bagus. Kedamaian adalah sesuatu yang masih kucari dalam perjalananku."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Zayn merintih kesakitan sambil merengek, "Istri dan ibu tiriku nggak bisa diandalkan. Hanya ibu yang menyayangiku. Maafkan aku, Bu. Aku menyesal. Kumohon, bantulah aku dan Jihan. Kami sudah nggak punya yang lagi." Aku tidak berkomentar apa pun, lalu menutup telepon. Arya, Kevin, dan Laura memanggilku. Hari ini adalah perayaan ulang tahunku ke-58. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun dan berharap aku selalu merasa bahagia. Ya, aku akan bahagia.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

"Kamu tahu tidak? Saat aku pingsan di kantor kemarin, hal terakhir yang aku ingat adalah wajahmu. Aku takut sekali kalau aku tidak bisa melihatmu lagi. Aku takut aku belum sempat memberimu kebahagiaan yang layak." "Tapi kamu sudah memberiku kebahagiaan, Ga. Kebahagiaan itu bukan nanti saat kita kaya lagi. Kebahagiaan itu sekarang. Saat kita bisa tertawa bersama di tempat seperti ini," ucap Siska puitis.
801 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

“Aku bahagia.” “Benarkah?” — pertanyaan langsung yang minta jawaban jelas. “Ya. Aku bahagia.” “Bagus. Karena aku pengen kamu bahagia.” “Aku tau kamu pengen itu.” “Meski kebahagiaanmu… bikin segalanya jadi rumit.” Kalimat samar itu nempel di kepala Mey saat mereka pulang. Sepanjang malam dia menganalisis: intonasi, jeda, pilihan kata. Mencari arti tersembunyi di antara kalimat-kalimat biasa.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Happier

Happier

Kalau ada cowok Gay lagi di Klub Cheerio, Jack bakal sulit meyakinkan teman-temannya di tim basket bahwa nggak ada yang aneh dalam klub Cheerio. Cameron memutar bola mata. Jack memang temannya bahkan sahabatnya namun terkadang Sifat Jack yang selalu Rude kepada Seksualitas nya membuat terkadang Cameron geram, meskipun nyanyian Sweet Creature versinya menyentuh hati, dan otot Bisepsnya sangat kuat. "Kapan itu? 1986?" Tanya Britanny sambil menyipitkan mata.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kapan saya bahagia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status