Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian
Tubuhnya terasa meleleh.
Sambil menyeka dahinya yang berkeringat, Angga mulai menarik dirinya. Dia segera mengambil kaian lap untuk membersihkan diri, sambil mengingat-ingat untuk mandi setelah Kia pergi. Dia berjalan menghampiri si wanita yang masih terbaring di ranjang pijat, tubuhnya terkulai lemas seakan tanpa tulang karena baru saja dipenuhi dengan kenikmatan yang tak terkira. Selembut mungkin, Angga membersihkannya dan menyandarkan kepala si wanita di atas bantal. Wanita itu melirik mendapati tubuhnya sedang diurus oleh sang pemijat handal.
“Jadi, bagaimana Kia? Bukankah tehnik pijatku semakin berkembang?” tanya Angga dengan usil, yang dia sangka akan dibalas dengan kata-kata menyebalk