Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Akhirnya, dia menghela napas kecil, bukan menyerah, lebih seperti mengalah.
“Oke. Aku nggak tanya lagi.”
Arvendra menoleh cepat. Seperti tidak menyangka Anindya akan berhenti semudah itu.
Anindya berbalik, lalu berjalan ke arah lemari kecil di sudut ruangan, membuka laci paling bawah, lalu menarik keluar kotak P3K.
Arvendra melirik. “Ngapain?”
“Ngobatin orang keras kepala,” jawab Anindya singkat.