Jebakan Salon
“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu, Kak? Bukankah kau datang ke sini memang untuk hal seperti itu? Atau jangan-jangan kau tidak tahu, tempat ini memang tempat untuk bersenang-senang?”
Mendengar ucapan Ken, mataku membelalak karena terkejut. Ternyata tempat yang kukira salon kecantikan ini bukanlah salon biasa, melainkan tempat hiburan seperti itu. Tidak heran begitu masuk, semua pria di sana tampan dan bertubuh tinggi.
Aku kembali teringat ekspresi tak sabar Cindy saat masuk ke tempat ini. Sepertinya dia memang sudah tahu sejak awal kalau ini adalah tempat seperti itu.