Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Dekap Hangat Kakak Ipar

Dalam Dekap Hangat Kakak Ipar

"Kenapa ada bekas lipstik di kemejamu?" Deg. Dimas sontak kaget. Matanya melotot ke kerah kemejanya, lalu kembali ke Maura dengan tatapan yang bingung dan terkejut. Dia ingin membuka mulut, ingin berbicara, tapi tidak ada satu kata pun yang keluar.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai dekap
Baca
+Pustaka
DALAM DEKAP DERITA

DALAM DEKAP DERITA

Hanya status kasta saja yang menimbulkan drama. “Tentu, khusus untuk kalian.” Dia membuka bagasi dan memasukkan satu koper besar yang pasti hanya berisi perlengkapan kiddos, juga satu koper kabin dengan warna soft blue dan bergambar kartun. Jelas itu milik dua kesayangannya yang berwajah tampan dan cantik. Dan fakta itu membuat hatinya tercubit.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai dekap
Baca
+Pustaka
Dalam Dekapan Waktu

Dalam Dekapan Waktu

Tiga coklat itu berhasil ku bawa dan langsung ku lahap dengan rakusnya karena seluruh isi perutku rasanya baru saja terkuras. Mataku tiba-tiba melihat ke arah sebuah mobil yang tak akan pernah aku lupa bentuknya, warnanya, kilaunya. Di dalam mobil yang melesat dengan kecepatan yang sebenarnya cenderung pelan itu aku bisa melihat sepasang manusia yang duduk di bagian depan dan juga seorang anak kecil dengan boneka kecilnya. Itu aku! Itu aku! Pekikku dalam hati. Dan Ini adalah …!
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai dekap
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Takut kalau perempuan itu berbuat nekat atau mengurung diri berhari-hari yang menyebabkan dirinya depresi. Dengan sekali tarikan napas. Akhirnya Vitaloka mengangguk mengiakan ajakan Ika. Ika menuntun Vitaloka menuruni anak tangga. Dada Vitaloka bergemuruh hebat melihat betapa banyaknya tamu yang berkumpul. Vitaloka menyelipkan anak rambut ke beakang telinga. Merasa risi ketika di tangga terakhir, tatapan para tamu kini tertuju padanya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai dekap
Baca
+Pustaka
Kaisar Pedang Tertinggi
Baca
+Pustaka
Sup Kecantikan

Sup Kecantikan

Belum sempat dia bereaksi, aku langsung mengambil sekop yang ada di sudut halaman dan menghantam kepalanya. "Kamu ... kamu akan menyesal!" Ibu terjatuh dengan mata melotot, menatapku tajam. Jantungku berdedup kencang dan takut melihatnya. Ibu langsung pingsan, wajahnya pucat, tubuhnya semakin kurus dan samar-samar tercium bau busuk dari tubuhnya. Bau yang sangat menjijikkan ... Bau yang mirip dengan sup kecantikan!
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai dekap
Baca
+Pustaka
Dalam Dekapan Musuh

Dalam Dekapan Musuh

Mengerjap pelan saat pria asing itu bersuara. "Keira Hale," suaranya menyeruak rendah begitu dalam, bibirnya menyunggikan senyum sinis, "akhirnya bisa melihatmu berlutut seperti ini." Matanya membelalak. Keira belum sepenuhnya mengumpukan kesadaran untuk menyadari bahwa dirinya sedang berlutut. Kedua tangan di bawah ke belakang dan diborgol pada tiang setinggi 15 cm yang berada tepat di tengah ruangan. Dia sedikit menggoyangkan tangan membuat borgol berbenturan di tiang.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai dekap
Baca
+Pustaka
Dekapan Hangat Mafia Psikopat

Dekapan Hangat Mafia Psikopat

desis Arshaka muak. “Alex, gantung tubuh bajingan itu secara terbalik. Siksa dia sampai mau berbicara. Kalau tidak, kuliti bedebah ini hidup-hidup dan buang mayatnya di penangkaran buaya!” perintahnya yang di angguki Alex. Jimmy yang mendengar perintah Arshaka berteriak histeris. “ Dasar Keparat! Psikopat! Aku akan membalasmu!”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai dekap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status