Tolong Perlahan, Dokter Nate!
J Sharacerita gairahcerpen romantis bikin bapergairah cerita dewasaformat penulisan cerpen yang benar di word
dari Ariel semalam terus berdengung di telinganya seperti kaset rusak—sebuah solusi yang terasa seperti pelarian sekaligus penghinaan bagi harga dirinya.
"Melamunkan pasien, atau melamunkan masa depan yang belum jelas, Dok?"
Suara riang itu memecah lamunan Nathan. dr. Kara berdiri di sana dengan jas putih yang tersampir di lengan, tersenyum lebar hingga matanya menyipit. Tanpa menunggu undangan, ia menarik kursi di hadapan Nathan.
"Kau terlihat seperti orang yang baru saja kehilangan arah di labirin," canda Kara sambil menyesap jus jeruknya.