Karma Sang Penggoda
tanya Mang Karim dengan logat khas Sunda nya, tangan meraih gelas berisi kopi dan menyeruputnya dengan pelan.
"Boleh Mang ... sekalian mau kasih oleh-oleh buat Paman."
"Ck, Paman. Fiona dikasih juga ga?" ledeknya lagi.
"Tidak usahlah, Mang kalau, Fiona." sahutku.
"Loh kenapa? Masa yang dikasih oleh-oleh Paman aja, Fiona tidak?" Mang Karim tak habis fikir.
"Fiona tidak perlu oleh-oleh, cukup cicin dijari manisnya saja," selorohku membalas ledekan Mamang.