KINASIH
Ijah mendekat, duduk di samping cucunya lalu membuka tanya yang sedari tadi menggantung di ujung lidah.
"Nduk, gimana? Surat apa? Kita dapet bansos?" Wajahnya sedikit berbinar, namun kembali redup kala Asih mengucapkan yang sebenarnya. Dia membacakan apa yang tertera di sana, tanpa menambah atau menguranginya.
Baik Paijo maupun Ijah, sama-sama tersentak. Tak menyangka akan apa yang mereka dapatkan. Dengan suara bergetar, satu-satunya pria di sana meraih kertas itu dan mengacungkannya ke atas.
Hot Chapters