Panggil Aku Daddy
Jika gagasan tentang pria yang seharusnya melindungimu malah menindihmu dan mengklaim setiap lubang membuatmu gelisah, tutup buku ini sekarang juga dan cari sesuatu yang lebih lembut. Tapi jika celana dalammu sudah basah kuyup dan denyut nadimu berdegup kencang hanya karena membayangkan tangan-tangan terlarang itu menyentuh tubuhmu… maka buka halaman-halaman ini lebar-lebar seperti pelacur kecil yang patuh dan teruslah membaca.
Ini bukan cerita manis. Ini bukan cerita lambat. Kisah-kisah ini melempar perempuan muda yang polos langsung ke dalam api—brat-brat pemberontak yang dihancurkan oleh kontol-kontol dominan ayah tiri mereka, kakak tiri yang posesif, paman tiri yang kelaparan, mertua yang dominan, ayah tiri mantan yang kembali mengklaim, serta sahabat terbaik ayah mereka.
Siapkan diri untuk deepthroat kasar yang membuat maskara mengalir di pipi yang memerah. Siapkan diri untuk lubang dubur perawan yang sempit diregangkan lebar dan ditumbuk tanpa ampun. Siapkan diri untuk memek-memek subur yang dipompa penuh dengan creampie kental dan berisiko sambil mereka menggeram janji-janji kotor: “Daddy akan menghamilimu, Putri. Isi rahim itu sampai kau mengandung bayiku.”
Bersembunyi saat Ibu tidur di ujung koridor. Quickie berbahaya yang bisa membuat mereka ketahuan kapan saja. Pemerasan, permainan kekuasaan, dan penyerahan total. Pria-pria alfa ini tidak meminta—mereka mengambil. Mereka melatih mulut-mulut yang bersemangat, mengklaim setiap lubang, dan menandai wilayah mereka dengan tumpahan demi tumpahan sperma panas.
Breeding. Deepthroat. Anal. Degradation. DDLG. BDSM. Persetubuhan tabu yang kasar dan tanpa pelindung, meninggalkan paha yang gemetar lengket dan pikiran yang benar-benar hancur.
Jika membayangkan dirimu dimiliki, dirusak, dan dibuahi oleh pria-pria yang membesarkanmu membuat memekmu mengejang… selamat datang pulang, babygirl.
Pria-pria mu sudah mengeras dan menunggu.