Rasaku Ditelanjangi
Kucium punggung tangannya perlahan, lalu memutar tubuhku hingga aku bisa menatap matanya.
Dan dalam diam, aku menyentuhnya, dibalik celana pendek.
Tubuhnya masih hangat, tegang, seolah belum benar-benar selesai. Aku membiarkan jemariku menyapunya pelan, merespons kekerasan yang masih penuh rasa itu. Sorot matanya berubah—redup, dalam, tapi menyala.
Kemudian ia bangkit dari kasur.
Berdiri di ujung ranjang, membuka kaos dan celana miliknya.