AKU BUKAN SEORANG PELACUR
Aku bisa saja menyeret kencang kakiku buat kabur, namun, mungkin hanya beberapa meter, sebab, Gerry sudah menunjukkan kepadaku tentang beberapa orang suruhannya yang sudah dia tugaskan untuk menjagaku supaya terus berada di tempat ini, layaknya seorang tahanan liar.
“Sebenarnya, kau bisa bekerja, tidak?!” Teriakannya nyaring. Napasku seolah diputuskan dalam satu detik. Aku menyipitkan mataku ketika kedua paha pria ini seketika hanya menjepit kuat kepalaku yang berada tepat di depan penisnya. Aku langsung mencengkeram lututnya, mencakarnya dengan kuku-kukuku yang panjang sampai pada akhirnya aku kontan terbatuk sambil memegangi leherku kala dia menjauhkan pahanya, bangun dengan segera. Kemudi