Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
Baca
Tambahkan
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
Baca
Tambahkan
Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Cinta lama Yohan baru saja bercerai. Malam itu, Yohan melemparkan surat cerai yang ke-99 padaku. "Chika lagi patah hati, dia belum bisa bangkit dari kesedihan. Aku harus menjaganya." Anak laki-lakiku yang berumur tujuh tahun juga ikut menasihati. "Kamu cepat pergi saja, biar Tante Chika pindah ke sini. Rumah kita nggak butuh pembantu seperti kamu." Ayah dan anak itu yakin aku akan marah-marah, menangis, dan memohon supaya mereka tidak mengusirku. Tapi kenyataannya, aku hanya mengangguk pelan. Lalu diam-diam menandatangani surat cerai itu. Sepuluh tahun kemudian, anakku diwawancarai sebagai peraih nilai tertinggi ujian nasional. Wartawan bertanya padanya, "Nak, apa yang membuatmu tetap semangat belajar selama ini?" Dia terdiam sejenak, matanya memerah di depan semua orang. "Karena aku ingin bilang ke Ibu, aku sudah dewasa sekarang. Bisa nggak Ibu pulang? Jangan tinggalkan aku lagi."
Baca
Tambahkan
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku

Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku

Pada hari pernikahanku, orang tuaku tiba-tiba datang ke rumahku bersama tunanganku, lalu berkata bahwa pengantin wanita hari ini akan diganti. "Kakakmu mengidap penyakit mematikan. Satu-satunya keinginannya adalah menikah dengan James." "Kamu adalah adik kandungnya. Bersikaplah lapang dada dan bantulah kakakmu." Tunanganku juga menyahut, "Tenang saja, ini hanya sekadar menggelar pernikahan. Setelah dia meninggal, kita masih bisa menikah secara resmi." Aku menolak dan orang tuaku langsung mengikatku. "Setelah pernikahan selesai, kami akan melepaskanmu." Namun, tidak lama setelah mereka pergi, aku dibunuh dengan kejam oleh seorang penjahat yang menerobos masuk ke dalam rumah. Ketika akhirnya mereka teringat padaku, yang mereka temukan hanyalah jasadku yang telah membusuk.
Baca
Tambahkan
Misteri Kematian di Kota Hema

Misteri Kematian di Kota Hema

Peony's
Tim andalan yang terdiri dari dokter forensik Alana Athaya dan Lili Aneth, serta polisi Bima Argiantara dan Athur Frida, berhasil menyelesaikan kasus pembunuhan. Namun, mereka menghadapi kasus misterius dengan korban mengenaskan yang membawa mereka ke kota Hema untuk penyelidikan lebih lanjut.
Thriller
101.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Talak Di Hari Kematian Putriku.

Talak Di Hari Kematian Putriku.

Sejak awal, Rani terpaksa menikahi Hendra karena jebakan licik pria itu, serta tekanan dari paman dan bibinya. Meski demikian, dia menahan segala penderitaan demi putri kandungnya. Hanya saja, sang anak mendadak meninggal karena kelalaian sang mertua! Rani pun meledak, hingga membuat Hendra panik dan menceraikan Rani tepat di hari kematian anak mereka. Tak sampai di sana, Hendra bahkan memfitnah Rani, hingga wanita malang itu dipenjara. Namun, siapa sangka justru dewa penolong itu muncul di tengah kemalangan Rani? Pria itu bahkan berjanji untuk membebaskan Rani dan membalaskan dendam. Lantas, siapa orang itu? Apakah kali ini adalah cinta sejatinya atas justru pembawa malapetaka baru bagi Rani?
Rumah Tangga
1064.3K DibacaTertahan
Baca
Tambahkan
Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku

Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku

Di kehidupan sebelumnya, suami dan ibu mertuaku jatuh dari tebing saat memetik jamur di gunung. Aku yang sedang hamil besar mendengar kabar buruk itu langsung pingsan. Karena tak bisa menerima kenyataan, aku melahirkan bayi secara prematur. Setelah beberapa hari koma, seorang tetangga memberitahuku bahwa bayiku kemungkinan tidak selamat dan memintaku untuk melihatnya untuk terakhir kali. Jenazah suami dan ibu mertuaku juga tak ditemukan. Setahun kemudian, keluarga mertuaku mendapat ganti rugi dari proyek pembebasan lahan. Namun, aku yang makan sayuran liar, malah keracunan herbisida dan mendekati ajal. Di saat-saat terakhirku, aku melihat ibu mertua dan suamiku muncul di hadapanku. "Akhirnya kami berhasil menyingkirkanmu. Sekarang menantu dan cucuku bisa masuk ke rumah ini dengan sah." Jane, anak tetangga kami berdiri di sebelah ibu mertuaku, dengan seorang anak laki-laki kecil.
Baca
Tambahkan
Catatan Setelah Kematian Putri Ophelia

Catatan Setelah Kematian Putri Ophelia

Chyruszair
Apakah ada di dunia ini seorang ayah yang tega mengeksekusi mati anaknya sendiri? Putri Ophelia berakhir dieksekusi mati oleh ayahnya–Yang Mulia Kerajaan Lotus, karena kabur dari kerajaan bersama seorang pengkhianat. Kehidupan kedua ia jalani dengan rasa dendam. Akan tetapi, pertemuan yang tidak masuk akal dengan pria berjubah perlahan membuat hatinya terbuka. Sayangnya ... suatu hal membuat ia kecewa, semakin memperparah rasa dendamnya dan berakhir dengan tragedi teratai putih kuno yang dihindari oleh Kerajaan Ilios. Akankah tragedi itu dapat ia hindari?
Fantasi
1012.1K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

Masih dapat kuhirup aroma tanah basah yang sore tadi kugenggam. Bayang-bayang batu nisan bertuliskan nama bapak juga masih jelas di depan mata. Hidup dalam teror selama 40 hari lamanya, ketika kehadiran pocong Bapak terus muncul dan menghantui mulai menguak misteri yang lebih dalam. Ada sesuatu yang masih menahannya. Apakah itu penyesalan, amarah, atau rahasia yang tak pernah terucap semasa hidupnya? Kegelapan yang terus menghantui adalah jawaban yang harus diungkap sebelum semuanya terlambat.  Bersiaplah menghadapi ketakutan yang paling dekat—ketika yang sudah mati enggan pergi.
Horor
108.6K DibacaTamat
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
Tambahkan
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Baca Semua Ulasan
Rahasia Dibalik Kematian Sang konglomerat

Rahasia Dibalik Kematian Sang konglomerat

Aisyah, seorang janda yang baru ditinggal mati mewarisi konglomerat raksasa secara tak terduga, memaksanya masuk ke pertarungan brutal melawan keluarga iparnya yang serakah, mengungkap bahwa kekayaan dinasti itu dibangun di atas fondasi korupsi dan kejahatan puluhan tahun lalu.
Rumah Tangga
168 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
34567
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status